SURABAYAPAGI.COM, Arizona - Selama tiga bulan belakangan Phoenix tercatat mengalami suhu terpanas. Akhir pekan lalu, di Bandara Phoenix Sky Harbor mencapai 43,3 derajat celcius.
Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem di Surabaya, Ekses Berkurangnya Ruang Hijau
Gelombang panas yang melanda Arizona, telah menewaskan setidaknya 202 orang di kota Phoenix. Adapun angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dengan periode yang sama yaitu, 175.
Pejabat di daerah terpadat, Maricopa County, mengkonfirmasi kematian terkait panas pekan ini mencapai 202 korban pada 9 September, demikian dilansir dari Associated Press, Jumat (15/9/2023).
Kematian yang dikonfirmasi pada tahun ini sebanyak 51 kematian dan terjadi di dalam ruangan. Penyebab kematian ini sendiri adalah karena AC yang tidak berjalan atau padam.
Baca juga: Suhu Global Semakin Panas, BMKG Ketar-ketir
Orang-orang yang tak punya rumah tetap menyumbang 42 persen kematian akibat panas tahun ini.
Sementara itu, 356 kematian imbas panas tahun ini masih dalam penyelidikan.
Baca juga: Suhu di Makkah, Songsong 42 Derajat Celsius
Pakar patologi forensik mengatakan perlu waktu beberapa pekan hingga bulan untuk menyelidiki penyebab kematian mereka.
Investigasi ini mencakup tes toksikologi untuk mengetahui apakah panas berkontribusi terhadap kematian seseorang.
Misalnya pada 2022, Maricopa County mengkonfirmasi 378 kematian berkaitan dengan panas. Namun, angka ini bertambah jadi 425 seiring penyelidikan dilakukan. Ar-1/Acl
Editor : Redaksi