Matangkan Pembangunan Galeri Soekarno, Tim Dirjen Kebudayaan Kunjungi Kota Mojokerto

surabayapagi.com
Wali kota Mojokerto Ning Ita saat menerima kunjungan Tim Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek dan Tim Historia Indonesia.

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Tim Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI dan Tim Historia Indonesia kunjungi Kota Mojokerto guna membahas dan mematangkan rencana pembuatan Galeri Soekarno di SDN Purwotengah Kota Mojokerto.

Kunjungan tim yang terdiri dari 7 orang ini disambut langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Amin Wachid di Rumah Rakyat, Rumah Dinas Wali Kota Mojokerto, Kamis (21/9/2023).

Baca juga: Hari Donor Darah Sedunia, Ning Ita Ajak Jadikan Gerakan Kemanusiaan Berkelanjutan

Nusi Lisanbilla E, selaku koordinator tim mengatakan maksud kunjungannya dalam rangka pelaksanaan penyusunan konten dan penataan ruang pamer Galeri Soekarno di Mojokerto.

"Kami bermaksud melaksanakan koordinasi dengan Dikbud Kota Mojokerto sekaligus melakukan audiensi dengan Ibu Walikota mengenai tindak lanjut pembuatan Galeri Soekarno," ujarnya.

Nusi menyebut, Galeri Soekarno di gadang-gadang menjadi ikon wisata sejarah Kota Mojokerto selain wisata kerajaan Majapahit. Galeri ini terdiri dari lima kelas, satu aula serta satu ruang untuk kantor pengelolaan. 

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Ajak Remaja Jaga Kesehatan Reproduksi untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

"Tahun ini masih riset dan pembuatan kontennya, tahun depan baru kita sentuh konstruksi pembangunannya sekaligus kita launching," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan SDN Purwotengah ditetapkan sebagai bagunan cagar budaya yang akan di bangun galeri Soekarno kecil.  

Baca juga: Kabar Baik! Pemkot Mojokerto Bebaskan Denda Pajak hingga 30 Agustus 2026

Yaitu sebuah museum, pusat study sejarah tentang Soekarno dengan konten digital agar lebih memudahkan generasi milenial untuk belajar tentang sejarah bangsa.

"Ini semua kami laksanakan dalam rangka bentuk penghormatan kita terhadap Sang Proklamator sekaligus memberikan literasi sejarah kepada masyarakat luas, bahwa Mojokerto adalah bagian dari saksi sejarah napak tilas Sang Proklamator ketika beliau kecil selama 8,5 tahun tinggal di Kota Mojokerto," pungkas Ning ita. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru