SURABAYAPAGI.com, Jombang - Untuk menyingkap temuan arkeologis yang masih terpendam, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang bersama Balai Pelestarian Budaya Wilayah XI Jatim kembali melakukan ekskavasi situs Watu Kucur di Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung. Ekskavasi situs Watu Kucur itu berlangsung mulai 11-20 Oktober 2023 mendatang.
Sebelumnya, situs yang diduga peninggalan pramajapahit tersebut, pernah diekskavasi pada Oktober 2021 lalu. Karena, dinilai masih banyak potensi yang belum terungkap, akhirnya Dinas P dan K bersama BPK Jatim sepakat melanjutkan ekskavasi tahap kedua.
Baca juga: Dongkrak Produksi Pangan, Jombang Ajukan 84 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi untuk Ribuan Petani
Arkeolog BPK Jatim wilayah XI, Nurmala mengatakan ekskavasi tahap kedua kali ini pihaknya ingin menampakkan data arkeologis yang masih terpendam di dalam dan di sekitar area struktur utama.
"Selain menyingkap temuan arkeologis, kami juga ingin menata area situs untuk kepentingan edukasi," tandasnya, Senin (16/10/2023).
Sampai dengan kemarin, ia mengatakan telah menemukan beberapa benda arkeologis. Diantaranya, berupa struktur bata berjumlah dua lapis yang berada di sisi barat dengan dimensi panjang 150 cm.
”Selain itu, juga ditemukan struktur dua lapis dengan kondisi rusak akibat kondisi tanah telah teraduk dan adanya akar pohon yg tumbuh di sela-sela struktur," kata Nurmala.
Baca juga: Imbas PHK, Disnaker Jombang Catat 14 Laporan Perselisihan Selama Periode 2025
Ia mengatakan, ekskavasi kali ini akan dilakukan penggalian sekitar 10 x 10 meter persegi dari sisi barat struktur utama. Kemudian dilanjutkan, juga sisi utara dengan ukuran yang sama.
"Diharapkan dengan perluasan penggalian situs Watukucur di sebelah timur ada potensi temuan arkeologis pada ekskavasi tahap kedua,’’ pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Senen mengatakan, anggaran ekskavasi situs Watu Kucur dialokasikan dari P-APBD 2023.
Baca juga: Pemkab Jombang Anggarkan Rp96 Miliar, Fokuskan Perbaikan Jalan 2026
”Ya, karena situs tersebut menjadi salah satu prioritas kita tahun ini,’’ ujar dia.
Dalam ekskavasi ini, pihaknya ingin menggali potensi arkeologis yang tersimpan dalam situs. Sarep
Editor : Desy Ayu