Israel Lancarkan Serangan Udara ke Masjid di Kamp Pengungsian Jenin

surabayapagi.com
Israel kembali lancarkan serangan ke wilayah Palestina.

SURABAYAPAGI.COM, Jenin - Israel meluncurkan serangan udaranya ke sebuah masjid di kamp pengungsian di Jenin. Serangan ini terjadi ketika Israel terus membombardir Gaza pada malam hari.

Berdasarkan keterangan dari Reporter AL Jazeera yang berada di Tepi Barat, pada saksi yang berada di kamp pengungsi Jenin mendengar dan melihat sebuah jet tempur, adapun serangan udara ini membuat orang-orang terkejut karena Israel tidak biasanya melancarkan serangan udara di wilayah Palestina.

Baca juga: Israel dan AS Ingin Perubahan Pemerintahan di Tehran

Adapun pihak militer Israel mengatakan serangan terhadap Masjid Al-Ansar pada Minggu (22/10/2023) pagi menewaskan beberapa “operasi teror” Hamas dan Jihad Islam yang telah menggunakan bangunan itu sebagai pusat komando.

Para pejabat militer Israel mengatakan mereka yang tewas mengorganisir serangan yang “segera terjadi” dan telah terlibat dalam beberapa serangan dalam beberapa bulan terakhir. 

Setidaknya 11 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Khan Younis, Gaza selatan, media Palestina melaporkan.

Baca juga: PBB, China dan Rusia Kecam dan Kutuk Keras

Kamp pengungsi Jenin, yang dihuni oleh keturunan warga Palestina yang kehilangan tanah mereka selama berdirinya Israel pada 1948, merupakan fokus serangan militer besar-besaran Israel pada Juli yang menewaskan setidaknya 14 warga Palestina.

Serangan udara terhadap kamp tersebut setidaknya merupakan yang kedua yang melanda Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Kediaman Khamenei, Dijatuhi 30 Bom dari 200 Jet Tempur

Para pejabat Palestina mengatakan setidaknya 84 warga Palestina telah dibunuh oleh tentara dan pemukim Israel di wilayah pendudukan sejak serangan multi-cabang Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Israel pada 7 Oktober, yang menurut para pejabat Israel menewaskan lebih dari 1.400 orang.

Serangan udara Israel telah menewaskan setidaknya 4.385 orang lagi di Gaza, menurut pejabat Palestina. ac

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru