Pemprov Jatim Perbaiki Pipanisasi Dampak Karhutla Gunung Bromo, 6472 Warga Nikmati Air Bersih

surabayapagi.com
Pemerintah Provinsi perbaiki saluran air warga terdapat karhutla Gunung Bromo. SP/Pemprov Jatim

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Gunung Bromo beberapa waktu lalu berdampak pada kerusakan pipa saluran air bersih di desa di Kecamatan Sangkapura Kabupaten Probolinggo.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan kepada tim pemprov Jatim untuk  perbaikan pipanisasi.

Baca juga: Bali Berstatus Siaga Kekeringan dan Karhutla Dalam 14 Hari Kedepan

Agar ribuan masyarakat dari empat desa yang terdampak Kahutla bisa menikmati lagi saluran air bersih dari sumber air.

"Alhamdulillah, saat ini perbaikan pipa yang rusak terbakar saat terjadi kebakaran hutan di Gunung Bromo sudah selesai. Masyarakat di empat desa juga sudah bisa menikmati air bersih seperti dulu," kata Khofifah, Rabu, (1/11).

Berdasar assessment BPBD Jatim, kerusakan pipa yang terjadi di empat desa di wilayah Kabupaten Probolinggo ini telah mencapai sepanjang 11.600 meter.

Yang mana meliputi, Desa Ngadirejo sepanjang 1.600 meter, Desa Sapikerep 3.400 meter, Desa Ngadas 5.100 meter, dan Desa Wonokerto sepanjang 1.500 meter.

Setidaknya ada 2.240 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 6.472 jiwa yang tersebar di empat desa telah menerima manfaat dari perbaikan pipa air bersih ini.

Baca juga: Terima 25 Laporan SPDP Kasus Karhutla, Kejari Sumsel: Berpotensi SPDP Akan Bertambah

Jumlah tersebut meliputi, 450 KK atau sekitar 1.280 jiwa di Desa Ngadirejo, 1.026 KK (3000 jiwa) di Desa Sapikerep, 530 KK (1540 jiwa) di Desa Wonokerto dan sebanyak 234 KK atau sekitar 652 jiwa di Desa Ngadas.

Perlu diketahui, saat terjadi kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, pipa yang berfungsi menyalurkan air bersih untuk warga dari berbagai sumber air itu rusak karena ikut terbakar.

Sementara itu, upaya perbaikan pipa yang rusak itu tidak hanya dilakukan tim Pemprov Jatim saja. Namun juga melibatkan sejumlah relawan,  masyarakat dan tokoh adat setempat.

Baca juga: Polres Blitar Gencarkan Patroli dan Pasang Banner Himbauan Antisipasi Karhutla di Daerah Rawan Bencana Kebakaran

"Dengan pelibatan masyarakat dan tokoh adat setempat, semoga perbaikan pipanisasi ini bisa menguatkan rasa gotong royong dan upaya pelestarian lingkungan di kawasan Gunung Bromo," jelas Khofifah.

Khofifah juga berharap kejadian kahutla di gunung bromo tidak terjadi kembali dimasa yang akan datang. Karena sangat merugikan berbagai lintas sektor, terutama warga sekitar serta lingkungan Gunung Bromo.

"Semoga kejadian kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo yang diakibatkan flare pengunjung itu tidak terjadi lagi di masa-masa mendatang," pungkasnya. ain/ana

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru