Cabe Rawit Mahal, Pemkot Mojokerto Gerojok Operasi Pasar 400 Kilogram

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI COM, Mojokerto – Melambungnya harga cabai rawit di pasaran  akhirnya disikapi Pemkot Mojokerto dengan menggelar operasi pasar (OP).

Sedikitnya, 400 kilogram (kg) cabai digelontorkan untuk dijual dengan harga murah hingga pekan ini. 

Baca juga: Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Kabid Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto Heri Setiyawan menyebutkan, OP cabai rawit digelar mulai 8-16 November mendatang.

Menurutnya, pasar murah tersebut dilakukan untuk menekan tingginya harga cabai rawit di Kota Mojokerto.

’’Kalau kita lihat perkembangan harga cabai sekarang antara Rp 68 ribu sampai Rp 70 ribu (per kg),’’ terangnya. 

Guna mengantisipasi agar harga tidak semakin meroket, OP digelar setiap hari berturut-turut hingga Kamis (16/11).

Selain menyasar pasar tradisional, diskopukmperindag juga menggelar pasar murah di pusat keramaian. 

Diakuinya, terbatasnya pasokan membuat stok yang disediakan dalam OP terbatas.

Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP

Namun, pihaknya berupaya untuk menyediakan kuota hingga 500 kg hingga pekan depan.

’’Memang agak kesulitan mencari barang, tapi sampai tanggal 16 (November) kami sediakan 50 kg per hari,’’ tandasnya. 

Selama OP, cabai rawit dijual dengan harga Rp 56 ribu per kg atau selisih lebih murah Rp 12-14 ribu dibanding di pasaran.

Untuk mengantisipasi tingginya animo masyarakat, cabai rawit dijual dengan kemasan seperempat kg. ’’Per seperempat kilogram kami jual Rp 14 ribu,’’ ulasnya. 

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD

Heri menyebutkan, cabai rawit dipasok dari petani di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Karena stok terbatas, diskopukmperindag juga mendatangkan komoditas bumbu dapur itu dari wilayah Dawarblandong.

Masing-masing diberikan subsidi ongkos kirim (ongkir) dengan menanggung biaya transportasi.

Kita bawa 5 kuintal. Memang tidak banyak, tapi setidaknya bisa untuk mengurangi harga,’’ pungkasnya. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru