Industri Pariwisata Indonesia Alami Kebangkitan, Okupansi Hotel Turut Meningkat

surabayapagi.com
Ilustrasi industri pariwisata Indonesia. SP/ BLI

SURABAYAPAGI.com, Bali - Dalam beberapa bulan terakhir, industri pariwisata Indonesia kembali menunjukan kebangkitan pada 2023 dalam tingkat hunian. Hal tersebut sebagai tanda positif akan pulihnya sektor pariwisata di tengah-tengah tantangan yang dihadapi. 

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Group (HIG) Rizal Kasim menyampaikan peningkatan okupansi hotel juga dialami hotel jaringan HIG. Sebagai anak usaha PT Hotel Indonesia Natour yang mengelola dan mengoperasikan jaringan hotel milik BUMN, saat ini HIG telah mengelola 34 hotel, satu convention center, dan satu lembaga pendidikan BUMN. 

"Hotel-hotel jaringan HIG terus menunjukkan peningkatan kinerja operasional hingga Oktober 2023," ucap Rizal, Rabu (22/11/2023).

Berdasarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, peningkatan dalam tingkat okupansi hotel-hotel di berbagai destinasi pariwisata Indonesia. Salah satunya, Bali.

Menurutnya, di Bali sebagai region dengan okupansi tertinggi pada Oktober 2023 dengan rata-rata okupansi hotel jaringan HIG mencapai 74 persen yang mana Hotel Inna Sindhu Beach Hotel sebagai leading dengan okupansi rata-rata sebesar 90,62 persen. 

Tak hanya itu, sejumlah hotel bintang 3 milik PT Hotel Indonesia Properti (HIPRO) ini juga menjadi hotel dengan okupansi tertinggi pada periode September 2023 dengan okupansi sebesar 94 persen. 

Rizal mengatakan tingginya okupansi hotel di Bali sejalan dengan peningkatan trafik wisatawan ke Bali berdasarkan data PT Angkasa Pura I di mana Januari hingga Oktober 2023, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi bandara tersibuk AP1 dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai 17.771.842 penumpang, yang terbagi atas 8.157.750 penumpang rute domestik dan 9.614.092 penumpang rute internasional. 

"Kami optimistis target okupansi kamar di 2023 dapat tercapai. Kami berharap di akhir tahun nanti akan ada peak season Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2024 yang diproyeksikan dapat mengatrol okupansi hotel di Jaringan HIG," kata Rizal.

Rizal meyakini kolaborasi yang berkelanjutan seluruh pihak dapat mencapai pemulihan pariwisata yang kuat dan berkelanjutan. bli-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru