Surabayapagi.com-Surabaya: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur kembali meraih apresiasi luar biasa atas pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) untuk kaum rentan.
Penghargaan tersebut, yang diberikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menandai peran Disperpusip dalam menyediakan layanan terbaik bagi kelompok rentan dalam mengakses perpustakaan.
Kepala Disperpusip Jatim, Tiat S. Suwardi, mengucapkan rasa syukur atas apresiasi tersebut. Menurutnya, kerjasama yang kuat antara pihaknya dan komunitas kelompok rentan telah mewujudkan layanan terbaik.
Tiat menekankan bahwa membangun sarana dan prasarana bagi kelompok rentan adalah hak dasar yang wajib disediakan.
Ia juga menambahkan bahwa sarpras yang disediakan meliputi area parkir khusus, jalur landai, kursi roda, toilet khusus, ruang laktasi, dan lainnya.
"Perpustakaan juga wajib memberikan layanan yang sama terhadap temen-teman difabel serta ibu hamil maupun ibu yang sedang menyusui. Mereka berhak untuk mendapatkan layanan yang sama," kata Tiat, berdasarkan keterangan yang diterim Surabaya Pagi, Jumat, (22/12/2023).
Selain memenuhi standar sarpras ramah kelompok rentan, Disperpusip juga menyajikan inovasi layanan seperti Talipena untuk trauma healing dan Pintarku Keren yang memberikan pinjaman buku bagi kelompok rentan.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim, Benny Sampirwanto, turut menekankan pentingnya peringatan Hari Ibu sebagai refleksi semangat perjuangan kaum perempuan.
Ia juga menyoroti penghargaan tersebut sebagai dorongan bagi kesetaraan gender dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Lambang itu menunjukkan kasih sayang, kekuatan, kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara," ujar Benny.
Benny berharap bahwa Hari Ibu tahun 2023 menjadi momen pemahaman bersama bahwa perjuangan kaum perempuan adalah milik semua kalangan.
Ia mengajak masyarakat untuk terus berkarya, mandiri, kreatif, dan meningkatkan kualitas diri demi kemajuan bangsa.
"Sebagai anak, sebagai istri, sebagai ibu maupun sebagai teman seperjuangan, yang tidak lelah menjadi arti dimanapun berada," ajaknya.
"Sehingga bisa menjadi kekuatan yang besar menyejahterahkan semua. Perempuan berdaya anak terlindungi, Indonesia pasti maju," pungkasnya.*** Ain
Editor : Redaksi