Pengungsi Rohingya Membludak, Prabowo: Kita Harus Utamakan Kepentingan Rakyat

surabayapagi.com
Menteri Pertahanan RI sekaligus capres nomor urut 2, Prabowo Subianto. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menteri Pertahanan RI sekaligus capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, merespons maraknya gelombang pengungsi Rohingya ke Indonesia yang setiap hari bertambah banyak hingga membuat warga sekirtar kewalahan dan resah.

"Jadi masalah Rohingya ini adalah masalah dunia ya kan, menyangkut beberapa negara, tentu Indonesia kita harus mendekatinya dengan suatu sikap dan pendekatan yang integralistik. Kita koordinasi dengan badan-badan internasional, dengan PBB dan sebagainya," kata Prabowo, Rabu (27/12/2023).

Baca juga: Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi

Disatu sisi, Prabowo juga menekankan pemerintah harus mengutamakan kepentingan rakyat RI sekaligus menyinggung banyak rakyat yang masih hidup di bawah kesejahteraan.

"Tapi tentunya kita harus mengutamakan kepentingan rakyat kita sendiri dan kepentingan nasional kita. Masih banyak rakyat kita yang hidupnya masih susah, jadi tidak begitu fair kalau kita harus menerima semua pengungsi itu menjadi beban kita, walaupun dari segi kemanusiaan kita juga punya rasa solidaritas ingin membantu dan sebagainya," ujarnya.

"Jadi ini perlu pendekatan yang integralistik, tapi sekali lagi di ujungnya kita harus menjaga kepentingan bangsa kita dan rakyat," kata dia.

Baca juga: Imbas Viral ODGJ BAB Sembarangan, Alun-Alun Gresik Sepi Pedagang dan Pembeli

Diketahui sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendesak negara-negara yang meratifikasi konvensi pengungsi Rohingya mencari solusi perihal gelombang pengungsi etnis Rohingya di Indonesia. Kemlu mengatakan etnis Rohingya yang masih ditampung karena Indonesia mengedepankan prinsip kemanusiaan.

Sebagaimana diketahui, Indonesia bukan termasuk negara penandatangan Konvensi Pengungsi 1951. Namun Indonesia selama ini menerima pengungsi Rohingya dengan alasan kemanusiaan.

Baca juga: Difitnah Ibu-ibu Lecehkan Siswi SD, Kini Penjual Dawet di Mojokerto Takut Jualan

"Yang jelas kita, meskipun bukan anggota atau pihak di dalam konvensi pengungsi, namun Indonesia mengedepankan prinsip kemanusiaan, sehingga Indonesia tetap menerima kehadiran orang-orang tersebut, memberikan shelter atau penampungan yang sifatnya sementara," kata Jubir Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal.

"Kami berharap negara-negara yang menjadi pihak di dalam konvensi mengenai pengungsi dan juga organisasi internasional menunjukkan tanggung jawab lebih di dalam menangani pendatang dari Rohingya ini," ungkapnya. jk-08

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru