Inalum Naikkan Target Produksi 274.140 Ton, Prioritaskan Pasar Domestik

surabayapagi.com
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyelesaikan 5 tungku peleburan baru dengan kapasitas lebih besar. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menaikkan target produksi aluminium dari yang sebelumnya tahun 2023 sebesar 250.000 ton menjadi 274.140 ton di tahun 2024 diantaranya tiga produk yakni Ingot, Alloy, dan Billet yang kemudian akan diprioritaskan untuk pasar lokal atau domestik.

"Tahun 2024 ini kami menargetkan 274.140 ton dari beberapa produk mulai Ingot, Billet, dan Alloy. Itu semua aluminium dan kita prioritaskan untuk pasar domestik dan kalau ada kelebihan baru kita ekspor," jelas Direktur Utama Inalum, Danny Praditya, Senin (08/01/2024).

Sementara lebih detailnya, target produksi untuk pasar domestik seperti Ingot tahun ini sebesar 197.407 ton, untuk produk Alloy sebesar 39.420 ton, sedangkan Billet sebanyak 29.237. Dalam catatan Inalum, produksi keseluruhan per Jumat (5/1/2024) mencapai 2.647 ton.

Sedangkan untuk pasokan alumina (feedstock) untuk mencapai target produksi saat ini masih dipasok dari pasar domestik maupun impor. "Kita masih melakukan pembelian (alumina) di market baik itu domestik maupun impor," ucapnya.

Namun, dia mengatakan masih dalam lingkup tahun 2024 ini, perusahaan akan memasok alumina dari proyek yang saat ini dibangun oleh perushaan yakni Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), Mempawah, Kalimantan Barat yang akan mulai beroperasi pada Semester I-2024 ini.

"Feedstock kita berharap di Semester I-2024 proyek Smelting Grade Alumina Refinery di Mempawah itu sudah bisa beroperasi atau sudah bisa di commissioning," ungkap Danny.

Diketahui, jika proyek SGAR tersebut akan beroperasi atau first delivery pada bulan September atau Oktober tahun 2024 ini.

"Mulai berproduksi dan first delivery itu di bulan September atau Oktober 2024. Kalau itu sudah mulai berproduksi kita akan pasok dari sana bagaimana ore-nya sendiri, bijih bauksitnya sendiri dari klien ataupun dari produk," tandasnya. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Berita Terbaru