SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Karutan KPK diperikaa diduga menerima pungli ratusan juta dari tahanan korupsi. Tahanan dan keluarganya memberikan uang kepada pegawai KPK untuk mendapatkan fasilitas istimewa di tahanan.
"(Karutan) diduga terlibat dalam arti etik. Etiknya yang pasal mana, kita lihat lagi," kata anggota Dewas KPK Albertina Ho di gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2024).
Baca juga: Baru Kali ini, Komisi III DPR Penjamin Penangguhan Penahanan Terdakwa KorupsiĀ
Albertina Ho ungkapkan Kepala Rutan (Karutan) Achmad Fauzi menjadi salah satu pegawai yang turut terlibat skandal tersebut. Achmad Fauzi tersangkut bersama 93 pegawai KPK . Mereka kini menjalani sidang etik terkait pungutan liar atau pungli di Rutan KPK.
Albertina mengatakan ada sejumlah jenis pelanggaran etik dari keterlibatan Karutan dalam kasus pungli rutan. Pelanggaran itu mulai dugaan menerima pungli hingga penyalahgunaan wewenang.
Baca juga: Noel-Yaqut Bilang, KPK Sudah Gak Punya Malu
Periksa Secara Pidana
"Itu kan bukan hanya penerima. Sebagai pimpinan, dia tidak bisa melakukan pembinaan, itu termasuk etik kan, macam-macam," katanya.
Baca juga: Kejagung Masih Rahasiakan, Pejabat yang Kongkalikong dengan Terduga Korupsi Tambang Rp 47 T
"(Karutan) diduga terlibat dalam arti etik. Etiknya yang pasal mana, kita lihat lagi," sambung Albertina.
Selain pelanggaran etik, KPK memproses kasus pungli rutan secara pidana. KPK mengaku telah menemukan bukti cukup untuk menetapkan tersangka dari kasus tersebut. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham