Prabowo Subianto, Pejuang Capres

surabayapagi.com
Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam Pilpres tahun 2024 ini, nama capres Prabowo Subianto, mencuat bak meteor. Ini terjadi mulai akhir Desember 2023. Tidak satu pun lembaga survei yang menempatkan namanya di papan bawah. Semua merilis berada urutan teratas. Bahkan ada satu lembaga survei bulan Januari 2024 ini merilis elektabilitasnya mencapai 48,05%.

Catatan jurnalistik saya menyebut Menhan era Jokowi ini punya rekam jejak panjang sebagai pejuang capres terlama. Beda dengan capres Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Keduanya baru maju di pilpres kali ini. Praktis baru sekali.

Baca juga: Eks Menag Yaqut, Seperti Mencela Diri Sendiri

Saya menyebut capres Prabowo Subianto, elite yang tak pernah lelah memperjuangkan cita citanya. Analisis saya, bila dalam pilpres 2024 ini ia dipilih rakyat jadi presiden, sesuatu yang wajar. Aneh bila Anies atau Ganjar iri hati.

Record capres Anies bukan kader partai mana pun. Hanya capres Ganjar tercatat kader PDIP. Sementara capres Prabowo Subianto, maju menggunakan atribut Ketua Umum Partai Gerindra. Praktis ia sendiri yang menandatangani pencapresannya di KPU.

Ia maju melawan arus hadapi politisi muda sedang naik daun. Ia jeli, rangkul wali kota muda asal Solo, Gibran. Anak sulung presiden Jokowi ini di branding sebagai cawapres mewakili politisi muda.

 

***

 

Catatan jurnalistik saya, Prabowo Subianto, seorang mantan jenderal yang rela meraih capres melalui proses perjuangan panjang dan melelahkan. Bayangkan, tahun 2004, Prabowo sudah mencoba maju menjadi presiden melalui Partai Golkar. Saat itu ia mengikuti konvensi.

Dalam konvensi ia hanya mendapatkan 39 suara, yang merupakan perolehan terendah dari lima calon ketika itu. Calon lainnya adalah Wiranto, Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie dan Surya Paloh.

Konvensi ini akhirnya dimenangkan oleh Wiranto. Mantan Panglima ABRI ini mengalahkan Akbar Tanjung di putaran kedua.

Wiranto akhirnya maju menjadi calon presiden Partai Golkar berpasangan dengan Solahuddin Wahid, adik dari almarhum presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid.

Pada tahun 2009, Prabowo kembali mencalonkan diri. Kali ini lewat partai politik yang dibentuknya, Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Saat itu Gerindra hanya memperoleh 26 kursi di DPR (dari total 560 kursi) dan tidak mencukupi syarat minimum untuk mengajukan calon sendiri sehingga mereka harus berkoalisi.

Prabowo kemudian berkoalisi dan menjadi calon wakil presiden, berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri, ketua umum PDIP. Pasangan ini dikenal sebagai koalisi Mega Pro. Mega-Prabowo, mengusung ekonomi kerakyatan sebagai program kampanye.

Pasangan Mega Prabowo ini hanya meraih perolehan 27% . Kalah dari calon presiden Partai Demokrat Soesila Bambang Yudhoyono yang berpasangan dengan ekonom Boediono.

Tahun 2014, ia mencalonkan diri sebagai presiden. Selain diusung oleh Gerindra, ia didukung oleh koalisi yang terdiri atas partai-partai politik seperti Golkar, PPP, PAN, PKS dan PBB.

Bersama-sama, partai-partai politik ini, ia memperoleh 48,9% suara di DPR . Saat itu, Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa, dari PAN.

Pada pemilu 2014 Prabowo kembali kalah, kali ini oleh Joko Widodo yang berpasangan dengan politisi senior Golkar, Jusuf Kalla.

Hasil resmi pemilu 2014 menunjukkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla berhasil meraih 70.997.833 suara atau 53,15% sedangkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa meraih 62.576.444 suara atau 46,85%.

Saya catat, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memiliki perjalanan panjang dalam perhelatan pilpres. Apakah itu bisa dianggap seorang Prabowo telah memberi sumbangsih pembangunan yang terbukti mengedepankan persatuan.? Secara sempit penilaian itu tidak keliru.

Paling tidak ia telah memiliki kapabilitas sudah teruji. Ada tekad kuat. Bisa dianggap Prabowo, diantara tiga capres sekarang adalah sosok capres yang punya kapasitas lengkap untuk menjadi pemimpin Indonesia penerus Jokowi.

Praktis, Prabowo Subianto telah mengantongi beragam pengalaman mengikuti pilpres. Sekaligus sosok yang penting bagi Partai Gerindra.

 

***

Baca juga: Pilkada Melalui DPRD, Ada Cagub Setuju, Murah!

 

Pada awal memimpin parpol sendiri, sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengaku sempat ditertawai oleh kawan-kawannya. Ini ketika ia mendirikan Partai yang secara resmi berdiri pada 6 Februari 2008 .

Dalam perayaan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020), Prabowo mengatakan, partainya masih dipandang sebelah mata.

Saat itu Prabowo mengaku berhasil mengomandoi dan mengumpulkan para pendiri Gerindra untuk membesarkan partai melalui gagasan perubahan bangsa dan negara. Prabowo, menandai bahwa partai politik yang dipimpinnya lahir secara spontan.

Ada kesan, setelah tak jadi kader Golkar, ia seperti mewadahi gagasan bahwa rakyat perlu diikutsertakan dalam proses politik.

Dua pemilu perjuangannya membuahkan hasil. Tahun 2014, Gerindra meraih 72 kursi. Lalu pemilu tahun 2019 naik kantongi 78 kursi.

Ini karena, Prabowo menyatakan dirinya tak pernah merasa kalah. "Saudara-saudara tadi dikatakan Prabowo dua kali kalah, tiga kali kalah, empat kali kalah, pejuang tidak ada kalahnya saudara-saudara," kata Prabowo di hadapan kader partai Gelora, yang mendeklarasi dukungan pada Sabtu (2/9/2023) di Jakarta Theater.

Prabowo menegaskan, setelah purna dari militer, ia mengklaim tak mengejar jabatan tertentu . Prabowo merasa hanya ingin mengabdi bagi rakyat Indonesia. "Jabatan tidak penting, yang penting pengabdian kepada rakyat Indonesia," tegas Prabowo.

Ini dibuktikan saat Prabowo bertemu Mualem, tokoh Aceh. Pertemuan ini dianggap fenomena langka dalam sejarah dunia. Prabowo mengungkit dirinya mantan Kopassus saat GAM terus bergerak memperjuangkan ideologinya.

"Ini saya kira suatu kejadian yang langka di sejarah dunia. Saya mantan panglima di TNI, Panglima Kostrad, menjadi Kopassus, Pak Muzakir mantan panglima pasukan Aceh. Kok kita bisa bersatu, ini yang di luar pemikiran banyak orang . Kalau dibuka sejarah dunia ini susah, Pak SBY, mungkin langka," kata Prabowo

Menteri Pertahanan sekaligus capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, menghadiri acara peringatan 19 tahun tsunami dan perdamaian Aceh di Banda Aceh, Desember 2023 lalu.

Prabowo menceritakan pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Aceh sekaligus Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Muzakir Manaf atau Mualem, yang dulunya merupakan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Dalam silaturahmi ulama dan tokoh masyarakat Aceh mengenang 19 tahun tsunami Aceh di Banda Aceh, Selasa (26/12/2023). Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Mualem sendiri hadir dalam acara tersebut.

Baca juga: Atlet Berprestasi, Bonus dan Jaminan Hari Tuanya

"Dalam masa-masa yang sulit, tahun 50-an di mana Indonesia mengalami pergolakan masalah-masalah ideologi. Saudara-saudara sekalian, sesudah itu pun huhungan emosional, saya tidak berhenti karena saya terus-menerus berhubungan yang baik yang puncaknya adalah bahwa saya bisa bersatu dengan tokoh-tokoh dari Partai Aceh," kenang Prabowo dalam pidatonya.

Ini gambaran sosok pejuang yang tak menanamkan "lawan" politik adalah musuh abadi.

 

***

 

Sebagai jurnalis, saya beberapa kali ketemu Prabowo. Ia selalu mengenalkan style kemeja dengan kantong empat. Dan tanpa kerutan di pinggang. Di dadanya tetap ada lencana dan lambang partainya.

Kini, kader dan simpatisanya menganggap setiap warna putih dan celana krem, identik Gerindra. Saya amati kemeja partai yang dikenakan Prabowo sangat khas. Warna putih dan celana panjang krem. Kantongnya banyak. Tentang seragam ini rupanya ada ceritanya.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menceritakan, desain seragam partai, adalah pilihan Prabowo Subianto.

Apakah model pakaian ini terinspirasi yang dipakai oleh Bung Karno? Muzani, pernah mengatakan, kemeja dengan empat kantong ini terinspirasi dari baju yang dipakai banyak pejuang politik di masa lalu. Selain Bung Karno, ada Bung Syahrir, Bung Hatta. Mereka memakai baju model seperti itu.

“Pak Prabowo lebih suka menyebut kita-kita ini sebagai pejuang politik. Bukan politisi. Pejuang politik itu melekat dalam diri, dan aktif. Sedangkan politisi, seperti kata sifat,” ujarnya (RM.id, Senin, 6 Februari 2023).

Apa kriteria pejuang politik? Apakah harus berpolitik dengan cara, narasi dan gagasan baru agar dapat memenangkan pemilu 2024, yakni dengan cara politik pemberdayaan?.

Setahu saya, politik pemberdayaan akan menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga bila jadi Presiden, Prabowo bisa wujudkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Maroeke. Termasuk makan siang dan susu gratis. (radityakhadaffi@gmail.com)

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru