Dua Hari, Imunisasi Polio di Jatim Sudah Jangkau 1,1 Juta Anak, tapi 11 Anak Terpapar

surabayapagi.com
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau imunisasi Polio untuk anak, Senin (15/1/2024).

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio putaran pertama di Jawa Timur sudah dimulai pada Senin (15/1/2024). Menurut data Dinas Kesehatan Jatim, hingga Selasa (16/1/2024), sudah 1.168.443 anak yang berusia 0-7 tahun telah menerima imunisasi novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2).  Vaksinasi Polio secara serentak ini digelar =setelah kasus Polio muncul di Jawa Timur, yang membuat 11 anak-anak terinfeksi diantaranya 9 anak terinfeksi tanpa gejala.

Capaian imunisasi di hari pertama itu baru menjangkau 26,3 persen dari total anak yang berhak mendapat imunisasi polio. Jumlah total anak yang jadi sasaran imunisasi mencapai 4.437.679 anak.

Baca juga: Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menyatakan pekan imunisasi polio ini digelar serentak selama dua putaran. Putaran pertama berlangsung selama 15-21 Januari dan putaran kedua pada tanggal 19-25 Februari 2024.

Khofifah menjelaskan, kegaiatan imunisasi ini wajib dilaksanakan oleh tiga provinsi karena ditemukan kasus lumpuh layu akut (Acute Flaccid Paralysis) atau disebut AFP yang dipicu oleh Virus Polio Tipe Dua.

“Kemenkes RI menyerukan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Jatim, dan DI Yogyakarta untuk melaksanakan Sub PIN secara serentak mulai 15 Januari 2024,” ucap Khofifah, di Surabaya, Selasa (16/1/2024).

Untuk itu Khofifah mengajak kepada orang tua yang memiliki anak usia 0-7 tahun untuk mengantarkan anaknya ke Pos Imunisasi terdekat baik Posyandu, Puskesmas, PAUD, TK, SD,MI dan sarana layanan Kesehatan lain guna mendapat imunisasi polio.

Gubernur Jatim itu mengatakan, pemberian imunisasi Polio berupa nOPV2 kepada seluruh anak di Jatim usia 0-7 tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Khofifah menyebut Polio merupakan salah satu penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi.

“Jika virus polio masuk ke dalam tubuh anak yang belum mendapatkan imunisasi, maka virus sangat mudah berkembang di dalam saluran pencernaan dan menyerang sistem saraf anak hingga menyebabkan kelumpuhan,” katanya.

 

Kelumpuhan 21 Hari

Baca juga: Timbunan Sampah Jatim Tembus Jutaan Ton, DPRD Minta Pemprov Bergerak

Masa Inkubasi Virus Polio sekitar 3-6 hari dan kelumpuhan terjadi dalam waktu 7-21 hari. Gejalanya berupa demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri di tungkai. “Jika menemui gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tegas Khofifah.

Guna mendapatkan hasil efektif dalam pencegahan dan penanggulangan polio di Jatim, Khofifah meminta Dinkes Jatim melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota terhadap respon cepat surveilans penyakit polio.

Kemudian, melakukan kegiatan Hospital Record Review di seluruh RS di 38 kabupaten/kota di Jatim serta melakukan respon cepat surveilans dengan kegiatan survei 200 rumah dan pengambilan spesimen anak sehat di wilayah terdampak.

 

9 Anak Terpapar

Baca juga: Gandeng Pemprov Jatim, Komdigi Fokus Kembangkan Talenta Digital dan Perlindungan Anak

Hasilnya, terdapat sembilan anak positif VDVP2. Khofifah menyebut kondisi sembilan anak tersebut sehat dan akan diberikan imunisasi Polio pada waktu Sub PIN dan dipantau kesehatannya selama tiga bulan oleh tenaga Puskesmas.

"Sembilan ini posisi anaknya sehat. Itu hasil surveilans. Jadi anak sehat (tidak terlihat gejala polio) yang kita cari, kita cek fesesnya, ternyata di situ ada (virus) polionya," papar Kadinkes Jatim Erwin Astha Triyono, disela-sela peresmian gedung baru di RSMM Surabaya, Selasa (16/1/2024).

Lanjut Erwin, Sedangkan dua anak lainnya, dari Sampang dan Pamekasan, baru diketahui terjangkit polio karena kondisinya sakit.

Ia mengatakan, kedua anak tersebut sudah mendapatkan pendampingan untuk menjalani terapi.  "Satu dari Sampang, satu dari Pamekasan, situasi sudah terkendali, dalam tanda kutip, sudah didampingi oleh teman-teman puskesmas untuk terapi. Yang dua memang posisi datang ke faskes (fasilitas kesehatan) karena sakit," ungkap orang nomor satu di Dinkes Jatim yang baru saja menerima gelar Profesor dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi sembilan anak tersebut juga akan dievaluasi dalam dua pekan hingga tiga bulan ke depan. "Diharapkan evaluasi dua minggu sampai tiga bulan ke depan, kalau gak ada problem apapun ya selesai yang sembilan ini," tuturnya. ain/ana/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru