SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto mengungkap Jokowi pernah menyampaikan tiga hal. Pertama, Prabowo-Gibran akan menang, lalu PSI akan masuk parlemen, dan ketiga suara PDIP akan turun di Pemilu.
"Kira-kira, Prabowo pasti menang, lalu PSI akan masuk parlemen, lalu yang nomor 3 suara PDI Perjuangan akan turun. Itu yang dinyatakan oleh Pak Jokowi, jadi di situ kemudian Pak Jokowi mengatakan 'kalian hebat kalau nanti bisa mengalahkan saya'," kata Andi, menirukan ucapan Jokowi.
Baca juga: Pergeseran Nilai Orang Berpuasa
Dalam podcast Political Show CNN Indonesia, pernyataan lengkap Andi dapat disaksikan melalui live streaming di website dan YouTube CNNIndonesia pada Jumat (9/2) malam. Andi bercerita dua hari sebelum Putra Jokowi, Gibran Rakabuming dideklarasikan sebagai cawapres Prabowo. Saat itu, ia dan beberapa orang lain dipanggil oleh Jokowi.
Andi adalah mantan Gubernur Lemhannas. Ia dikenal sebagai "orang Jokowi" sejak lama.
Andi pernah menjadi Deputi Tim Transisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) setelah Pilpres 2014. Andi juga pernah menjabat Sekretaris Kabinet.
Apa nama yang tepat pernyataan Jokowi itu? Pitutur, ramalan, prediksi atau sebuah settingan politik.
***
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,tutur/tu·tur/ n ucapan; kata; perkataan: -- dan kata; -- sepatah; kata perkataan (yang diucapkan); kata yang diujarkan; bertutur/ber·tu·tur/ v bercakap; berkata: segala yang berjaga-jaga itu tiada ~ dengan suara nyaring;~ kata bercakap-cakap; berbincang-bincang; bertutur-tutur/ber·tu·tur-tu·tur/ v berkata-kata; bercakap-cakap; berbincang-bincang; tuturan/tu·tur·an/ n sesuatu yang dituturkan; ucapan; ujaran (cerita) dan sebagainya.
Sementara kata pitutur dalam Bausastra Jawa, berasal dari bahasa Jawa Kuna yang berarti pelajaran, nasihat, atau peringatan (Prawi- roatmodjo, 1957:507).
Beda dengan ra.mal.an, hasil meramal: ramalan nya tentang nasib seseorang sangat jitu.
Baca juga: Ramadhan, Puasa, Mohon Ampunan Hingga Bikin Event
Sedang me.ra.mal, yakni (1) melihat nasib orang dengan membuka ramal; (2) menduga; menelaah: dari peristiwa penting. Konon orang bijaksana dapat meramal malapetaka yang bakal datang.
Apalagi dengan prediksi atau perkiraan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, prediksi adalah hasil dari kegiatan memprediksi atau meramal atau memperkirakan nilai pada masa yang akan datang dengan menggunakan data masa lalu.
Nah, mendekati mana pernyataan Jokowi itu?
Jika dikaitkan dengan ramalan kurang tepat. Mengingat ramalan dekat dengan suatu pernyataan tentang bagaimana seseorang di masa depan. Biasanya mengacu pada nama lengkap, zodiak, weton, hari lahir, tanggal lahir, horoskop, tarot dan lainnya.
Seolah-olah itu nanti benar-benar akan terjadi. Padahal, jodoh dan rezeki adalah rahasia Tuhan.
Lain dengan pitutur luhur. Ini kalimat pendek terangkai oleh dua kata pitutur dan luhur. Kata pitutur artinya pelajaran, nasihat atau peringatan, sedangkan kata luhur mempunyai arti tinggi, mulia atau yang baik. Pitutur luhur sering kita kenal dengan petuah luhur.
Baca juga: Imlek di China, Mudik Terbalik, Fenomena Global
Petuah luhur adalah sebuah tinggalan nenek moyang mengenai nilai kehidupan manusia.
Jokowi, tampaknya tidak melakukan Petuah luhur.
Efektivitas dan dampak pitutur Jokowi, dalam skenario 3 hal yang diceritakan menurut akal sehat saya bergantung tiga faktor yaitu persepsi publik, dukungan politik, dan penerimaan publik.
Mencatat reaksi publik yang sinis pada Gibran, bila paslon 2 menang, ke depan, Gibran saya prediksi akan terus dikejar soal etika. Soal suara PDIP turun, prediksi saya Megawati, lebih mantap jadi oposisi ketimbang berada di ketiak Jokowi-Prabowo. Urusan PSI, prediksi saya, Ketua Umum PDIP bisa cuek, sebab itu bagian dari politik dinasti Jokowi.
Perkiraan saya ini bisa saja meleset. Tapi tak jauh dari sekitar itu. Bismillahirrahmanirrahim, dua putaran. Merdeka! (radityakhadaffi@gmail.com)
Editor : Moch Ilham