SURABAYAPAGI.com, Kalimantan - Ibu Kota Nusantara (IKN) masih menjadi pembahasan utama lantaran banyak proyeknya yang terbilang fantastis dan menjadi prioritas utama negara. Kali ini, dalam rangka mewujudkan IKN sebagai kota yang ramah lingkungan, pemerintah menyiapkan 15 hingga 25 juta bibit pohon per tahun untuk reforestasi kawasan hutan.
Namun, menurut Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengatakan, saat ini sedang dilakukan persemaian bibit pohon yang akan ditanam, mengingat kawasan hutan yang digunakan untuk membangun IKN adalah hutan produksi. Ke depan, pemerintah akan mengubah hutan produksi ini menjadi hutan tropis.
Baca juga: PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK
“Ada persemaian 15 hingga 20 juta pohon tahun buat reforestasi. Jadi kita menanam kembali yang sekarang hutan-hutan produksi jadi hutan tropis,” terangnya, Minggu (18/02/2024).
Di kawasan hutan tropis, kata dia, nantinya akan dibangun berbagai infrastruktur hijau seperti persemaian, koridor, jembatan satwa lorong bawah laut, dan berbagai infrastruktur lainnya.
Untuk membangun hutan tropis, ia memastikan, pemerintah akan berkolaborasi dengan komunitas dan masyarakat sipil. Hal ini dilakukan untuk perlindungan hutan berbasis budaya dan kearifan lokal yang selaras dengan praktik baik internasional.
Baca juga: Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi
Seperti diketahui, di IKN saat ini masih ditemukan banyak hutan produksi, yang biasanya dieksploitasi untuk menghasilkan produk hutan tertentu. Namun Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menegaskan konsep hutan di IKN akan ditransformasi menjadi hutan tropis.
“65 persen dari total area IKN akan berupa hutan tropis. IKN kan luasnya 250 ribu hektar, sekitar 4 kali Jakarta. Tapi yang dibangun hanya 25 persen. Sedangkan 65 persennya nanti jadi hutan tropis,” papar Bambang.
Baca juga: Ajudan Jokowi, Bereaksi Rumah Bosnya Dianggap Tembok Ratapan
Lebih lanjut, 25 persen sisanya akan diisi oleh pembangunan untuk menyokong kebutuhan perkotaan di Nusantara. Sedangkan untuk kawasan urban yang akan dibangun tersebut akan dirancang menjadi “10 Minutes City”, di mana seluruh setiap sudut kota akan terintegrasi dengan transportasi umum yang ramah lingkungan.
“Gak ada kendaraan yang gak green. Semua yang masuk ke kota ini harus green,” tandas Bambang. klm-01/dsy
Editor : Desy Ayu