SURABAYAPAGI.com, Jombang - Ratusan santri pondok pesantren Al Aqobah, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengajarkan mengaji kitab kuning dengan bahasa Inggris. Agar, santri nantinya bisa bersaing dan berdakwah di kancah internasional.
Salah pengasuh Ponpes Al Aqobah Jombang, Akhmad Kanzul Fikri mengatakan pengajaran metode bilingual merupakan metode penggunaan dua bahasa, untuk menyampaikan materi kurikulum dengan tujuan menguatkan kompetensi santri dalam berbahasa asing.
Baca juga: Bulog Pastikan Stok dan Harga Beras SPHP di Jombang Aman dan Stabil Jelang Lebaran 2026
"Jadi para santri bisa mudah memahami gramatikal yang telah kita sisipkan dengan bahasa Jawa dan inggris," ujarnya, Senin (18/03/2024).
Di Ponpes Al Aqobah, metode bilingual digunakan untuk memberikan makna dalam kitab kuning salaf.
Baca juga: 31 Santri di Jombang Diduga Keracunan Telur Asin dari MBG
"Di pesantren ini kita mengkaji kitab kuning salaf yang dikombinasikan dengan metode yang lebih akseleratif," jelasnya.
Metode tersebut diharapkan agar para santri kelak memiliki wawasan internasional jika sudah terjun di kalangan masyarakat.
Baca juga: Sejumlah Bangunan di Jombang Rusak, Diterjang Fenomena Hujan Es dan Angin Kencang
"Kegiatan ini kita lakukan rutin satu minggu sekali, tak terkecuali di bulan ramadhan. Dengan harapan, para santri memiliki wawasan internasional ketika sudah di luar pondok," pungkasnya. Sarep
Editor : Desy Ayu