Harga Tomat di Magetan Melambung Tinggi, Pedagang Ngeluh Sepi Pembeli

surabayapagi.com
Ilustrasi. Salah satu pedagang tomat di pasar tradisional Magetan. SP/ MGT

SURABYAAPAGI.com, Magetan - Harga tomat di pusat pasar sayur Magetan naik menjadi Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu dari sebelumnya Rp 16 ribu per kilogram dalam dua hari belakangan ini, yang juga berdampak negatif ke pedagang.

Akibat harga tomat yang melambung tinggi tersebut membuat pedagang yang berada di lereng Gunung Lawu sisi timur, masuk Desa Plaosan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menjadi sepi pembeli.

Baca juga: Stok Melonjak Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Magetan Justru Anjlok hingga Rp500 Ribu

Kondisi sepinya pembeli membuat para pedagang merugi, karena tomat mereka akhirnya layu hingga membusuk. Selain itu, banyak dari buah tomat lokal Magetan yang kondisinya kerdil serta layu, sehingga para pedagang harus memilah terlebih dahulu, sebelum disajikan di lapak mereka.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Sapi Kurban di Kota Madiun Naik Tembus Rp80 Juta per Ekor

“Tapi setelah mendapatkan tomat, kami juga bingung (mau jual ke mana). Karena daya beli konsumen berkurang, dampak dari kenaikan harga tomat," kata Yuni Lestari, salah satu pedagang, Minggu (19/05/2024).

Diketahui, kenaikan harga tomat di Kabupaten Magetan ini, akibat pasokan tomat dari petani ke pasar berkurang. Jika ada, para pedagang langsung berebut.

Baca juga: Harga Terjun Bebas, Peternak Magetan Gelar Aksi Protes Bagi-bagi 3 Ton Telur Gratis ke Jalanan

Hingga saat ini, para pedagang belum tahu pasti penyebab menurunnya pasokan tomat. Padahal pasar tersebut merupakan pusatnya pasar sayur di Kabupaten Magetan. mgt-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru