SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Pemerintah Kabupaten terus berkomitmen dalam melestarikan lingkungan. Diantaranya diwujudkan dalam ikut andil dalam agenda Sosialisasi Sub Nasional Indonesia's FOLU Net Sinkronisasi 2030 Provinsi Jawa Timur.
Forum yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) di Surabaya tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto.
Baca juga: Harga Cabai di Pasar Pasuruan Tembus Rp 120 Ribu Masuki Awal Bulan Ramadhan
Hadir dalam kegiatan, Direktur Jenderal (Dirjen) Planologi Kehutanan KLHK RI, Hanif Faisol Nurofiq serta Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono. Dalam sambutannya disebutkan bahwa Jawa Timur siap menjadi bagian dari FOLU Net Sink 2030 yang merupakan upaya penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan.
Masih di kesempatan yang sama, Pj. Gubernur Jawa Timur juga menyampaikan action plan yang disusun secara simultan. Ke depannya akan diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata dalam rangka menjaga pelestarian lingkungan di tanah air. Hal itu dibarnegi dengan beberapa langkah konkrit yang terus dioptimalkan dalam upaya pelestarian lingkungan.
"Kami pastikan, dokumen operasional Jatim akan segera ditetapkan lengkap dengan action plan-nya. Bagaimana melestarikan lingkungan dan mendukung FOLU Net Sink 2030. Jatim sendiri memiliki potensi hutan yang luas. Tentu kita juga ikut melestarikan lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca," tandasnya, Minggu (19/05/2024).
Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah-Balai Desa di Pasuruan Rusak
Lebih lanjut, Pj. Gubernur Adhy tak lupa mengimbau Kepala Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Timur untuk menyelaraskan seluruh dokumen beseta anggaran dalam melestarikan lingkungan dan kehutanan.
Sedangkan tindak lanjut dari rencana kerja tersebut akan segera diselesaikan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dalam waktu yang singkat dengan estimasi tidak lebih dari tiga hari.
"Apa yang dibutuhkan dalam hal regulasi dan urusannya dengan ketetapan yang dibuat Gubernur, kami siap. Jika tenggat waktu bagi Kepala Dinas Kehutanan Jatim dari KLHK untuk menindaklanjuti kegiatan ini ke depan adalah satu minggu. Maka kami juga tetapkan lagi menjadi tiga hari," tegasnya.
Baca juga: Meresahkan! Musim Hujan Picu Banjir hingga Ular Masuk Rumah Warga di Pasuruan
FOLU merupakan singkatan dari Forestry and Other Land Use atau pemanfaatan hutan dan penggunaan lahan. Sedangkan FOLU Net Sink 2030 adalah sebuah kondisi yang ingin dicapai KLHK RI melalui penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Taufkul Ghoni pada Jum'at (17-5-2024) di ruang kerjanya mengatakan, "tujuan yang akan dicapai, mengontrol penggunaan lahan dengan kondisi yang dimana tingkat serapan diharapkan sama atau lebih tinggi dari tingkat emisi yang ada". hik
Editor : Desy Ayu