SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Peringatan HUT ke 74 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia- Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Lamongan dijadikan momentum untuk menguatkan karakter anak di Lamongan melalui kurikulum merdeka belajar.
Hadir membuka rangkaian perayaan HUT ke 74 IGTKI-PGRI, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Nalikan menuturkan bahwa seluruh guru yang tergabung dalam IGTKI-PGRI Kabupaten Lamongan harus terus menambah kapasitas dan kompetensi dalam mengajar.
Baca juga: Program Perintis Masih Jadi Andalan dalam Peningkatan Kualitas dan Akses Pendidikan di Lamongan
"Pada perayaan HUT ke 74 kami ingin memberikan semangat dan meminta kepada seluruh guru yang tergabung dalam IGTKI PGRI Kabupaten Lamongan agar terus berinovasi dalam menguatkan karakter anak di Lamongan, terlebih semua sekolah di Kota Soto sudah menetap kurikulum merdeka belajar," tutur Nalikan dalam kegiatan Bazar dan Gerak Jalan oleh IGTKI-PGRI Kabupaten Lamongan, Sabtu (25/5) di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
Dijelaskan oleh Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Lamongan Hermawati, perayaan HUT ke 74 dikemas dalam bazar yang menampilkan produk P5 Kurikulum Merdeka. P5 itu sendiri merupakan sistem pembelajaran yang bertujuan untuk mengamati dan menyelesaikan permasalahan di sekitar melalui lima aspek utama, yaitu potensi diri, pemberdayaan diri, peningkatan diri, pemahaman diri, dan peran sosial.
Baca juga: Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH
"Bazar P5 ini diikuti oleh 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan. Yang mana bertujuan agar saling memberikan referensi dalam menerapkan P5 di sekolah masing-masing," jelasnya.
Baca juga: Petani hingga Pengepul Meringis, Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok Lebih dari 50 Persen
Tidak hanya bazar, pada kesempatan yang sama juga dilakukan lomba gerak jalan yang diikuti oleh seluruh anggota IGTKI-PGRI dari 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan. jir
Editor : Moch Ilham