SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Harga bawang merah di pasar tradisional di Sumenep, Jawa Timur melambung tinggi, yang sebelumnya Rp 48 ribu per Kilogram (Kg) menjadi Rp 50 ribu per kg pekan ini.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil mengungkap, menjelaskan melambungnya harga bawang merah saat ini karena di beberapa daerah penghasil bawang merah belum masuk masa panen raya.
Baca juga: Publik Ingin Tahu, Pemilik CV. Jatim Wangi Merajai di Kab. Sumenep
“Harga bawang merah naik karena beberapa daerah yang menjadi sentra penghasil belum masuk masa panen raya, sehingga stok di pasaran tidak banyak,” jelasnya, Rabu (29/05/2024).
Tak hanya bawang merah, komoditas lain yang harganya juga naik sebelumnya yaitu cabai rawit. Diketahui, harga cabai merah besar pekan ini juga mengalami penurunan, dari Rp 45 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg.
“Kalau harga cabai rawit pekan ini naik, meski tidak banyak kenaikan harganya. Semula Rp 22 ribu, sekarang menjadi Rp 24 ribu per kg,” terang Idham.
Baca juga: Proyek di Sumenep, Diduga Salah Sasaran, CV. Jatim Wangi Diminta Bertanggungjawab
Namun untuk bawang putih justru terjadi penurunan harga. Semula Rp 38 ribu per kg, pekan ini turun menjadi Rp 37 ribu per kg. Sedangkan untuk harga-harga komoditas lain relatif stabil. Harga telur ayam ras tetap Rp 29 ribu per kg, dan telur ayam kampung Rp 48 ribu per kg.
Selain itu, untuk harga daging juga relatif stabil. Daging sapi tetap Rp120 ribu per kg, harga daging ayam kampung Rp 90 ribu per kg, dan daging ayam broiler Rp 38 ribu per kg.
Baca juga: Drs, Sirajum Munir M.Pd, Terpilih Sebagai Kepsek SMAN I Sumenep
“Sedangkan harga minyak goreng juga tidak mengalami perubahan. Minyak goreng curah tetap Rp 17 ribu per kg. Minyakita Rp 15 ribu per botol 1 liter, dan minyak goreng kemasan 2 liter Rp 38 ribu. Harga gula pasir juga sudah stabil Rp17.500 per kg,” terang Idham.
Menyikapi hal itu, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. smp-01/dsy
Editor : Desy Ayu