SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menjelang Hari Raya Idul Adha yang tinggal dua pekan lagi, para perajin besek untuk wadah daging kurban di Jombang kebanjiran orderan. Bahkan, pesanan besek tersebut sudah disetop sejak awal Juni 2023.
Salah satu perajin besek asal Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro, Susanti (38) mengaku kewalahan menerima pesanan besek untuk wadah daging kurban di momen Hari Raya Idul Adha mendatang lantaran banyaknya orderan yang masuk.
Baca juga: Petani hingga Pengepul Meringis, Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok Lebih dari 50 Persen
"Kalau ada orang pesan lagi, saya sudah tidak sanggup. Soalnya waktunya sudah mepet, ini sudah kewalahan. Orderan sudah saya tutup kemarin," jelasnya, Jumat (07/06/2024).
Diketahui, pesanan itu datang dari Krian, Kabupaten Sidoarjo, dan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Sedangkan untuk besek buatan Susanti ini berbahan bambu apus yang didatangkan dari Kecamatan Wonosalam. Sehingga kualitasnya kuat saat dirakit menjadi besek.
"Pesanan besek untuk wadah daging kurban sudah masuk 7.000 dari Krian dan Pondok Pesantren Tebuireng," ungkapnya.
Usaha kerajinan besek ini sudah turun temurun dari kakek dan orang tuanya. Ia sendiri mulai turun sendiri membuat besek mulai 5 tahun lalu. Sedangkan, dalam pembuatan besek itu, ia dibantu 15 orang perajin. Masing-masing orang ditarget menyelesaikan 50 besek dalam waktu 3 hari.
Baca juga: Buka Giling 2026, PG Meritjan Kediri Libatkan UMKM Gerakkan Roda Perekonomian
Saat disinggung perihal harga jual, untuk besek buatan Susanti ini terdapat 2 jenis ukuran. Yakni ukuran 15 cm yang dibandrol seharga Rp 2.500 per biji, dan ukuran 18 cm seharga Rp 3.500 per biji. Ditambah di momen Idul Adha kali ini justru membawa berkah sendiri bagi usahanya.
"Keuntungan khusus Idul Adha ini sekitar Rp 5 juta," pungkasnya. jbg-01/dsy
Editor : Desy Ayu