SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengonversi kendaraan dinas operasional menjadi kendaraan listrik melalui sistem sewa. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menghemat anggaran dan mendukung kelestarian lingkungan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan bahwa sistem sewa kendaraan lebih hemat dibandingkan membeli baru dan merawatnya sendiri.
Baca juga: Genjot Pemeliharaan Jalan, Pemkot Surabaya Gelontor Anggaran Rp 40 M
"Membeli dan merawat mobil sendiri lebih mahal. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menjual kendaraan yang ada dan beralih ke sistem sewa," kata Eri.
Sekitar 70 unit kendaraan dinas akan diganti, dengan anggaran sekitar Rp6 miliar. Eri menambahkan bahwa perhitungan biaya dalam lima tahun menunjukkan penghematan yang signifikan. "Dengan sistem sewa, kita bisa lebih efisien dalam pengelolaan anggaran," jelasnya.
Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli
Mantan Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya menyampaikan, selain untuk efisiensi anggaran, pengadaan kendaraan listrik ini juga untuk mendukung kelestarian lingkungan di Kota Surabaya. Selain itu, ia juga ingin memberikan contoh kepada masyarakat untuk bersama-sama menggunakan kendaraan bermotor listrik.
Pemkot Surabaya juga sedang menyiapkan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bekerja sama dengan PLN, serta melakukan lelang kendaraan dinas yang sudah berusia lebih dari tujuh tahun.
Baca juga: Jadi Atensi Presiden, DPRD Surabaya Komitmen Perkuat Perlindungan Cagar Budaya di Kota Pahlawan
Syamsul Hariadi, Plh Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa dan Administrasi Pembangunan, menyatakan bahwa pengadaan mobil listrik ini sesuai dengan Instruksi Presiden No. 7 tahun 2022. Saat ini, pemkot masih menjajaki harga sewa kendaraan listrik. "Kami masih melakukan survei harga sewa dan memastikan ketersediaan fasilitas pengisian daya di kantor-kantor pemerintahan," jelas Syamsul.
Langkah ini tidak hanya menghemat anggaran tetapi juga memperkuat komitmen Surabaya terhadap lingkungan, menjadikan kota ini sebagai pelopor dalam penggunaan teknologi ramah lingkungan di Indonesia. Zis
Editor : Mariana Setiawati