Pemerintah Kabupaten Pasuruan Sosialisasi SIMBG

surabayapagi.com
Pemerintah kabupaten Pasuruan dan PII saat sosialisasi SIMBG. SP/ HIKMAH

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan – Banyaknya bangunan yang masih belum memiliki persyaratan membuat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kabupaten Pasuruan tergerak. Salah satunya dengan membuat sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG).

Menurut Ketua PII Jawa Timur, Gentur Prihantono mengatakan bahwa saat ini SIMBG sudah masuk dalam undang-undang dan regulasi. Sehingga semua bangunan yang memiliki nilai dan tidak memiliki SIMBG akan menyulitkan bagi masyarakat yang akan membangun.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Pasuruan Tembus Rp 120 Ribu Masuki Awal Bulan Ramadhan

“Jadi SIMBG ini justru memberikan penilaian terhadap bangunan untuk kerawanan keruntuhan. Jadi jika ada bangunan yang akan dilelangkan kepada bank bisa menjadi acuan pada nilai bangunan tersebut,” jelas Gentur, Rabu (26/06/2024).

Gentur juga menjelaskan bahwa dalam mengurus SIMBG ini bisa dikenai biaya pembuatan surat. Namun pembiayaan tersebut juga melihat dari bangunan gedung, baik bangunan perumahan maupun gedung hingga bangunan gudang.

Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah-Balai Desa di Pasuruan Rusak

Sementara itu Ketua PII Kabupaten Pasuruan, Hari Santoso mengatakan bahwa sosialisasi SIMBG ini akan terus dilakukan. Bahkan dirinya akan mulai menyasar hingga tingkatan kecamatan dan juga kelurahan.

“Sosialisasi ini kami juga mengundang AKD sehingga bisa disosialisasikan di tingkatan paling rendah, yakni desa. Karena ini akan menyasar di keseluruhan kalangan masyarakat,” sautnya.

Baca juga: Meresahkan! Musim Hujan Picu Banjir hingga Ular Masuk Rumah Warga di Pasuruan

Dilain tempat, Pj Bupati Pasuruan Andriyanto mengatakan bahwa penerapan ini sangatlah penting bagi Kabupaten Pasuruan. Karena dengan ada peraturan baru terkait SIMBG ini masih banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya.

“Karena PII ini adalah ahlinya di bidang merancang bangunan. Sehingga PII juga harus lebih aktif lagi dan jangan hanya menunggu sehingga ada prestasi yang ditunjukkan," pangkas. Hik

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru