Hyundai Mulai Tes Taksi Terbang di IKN, Demi Masa Depan Mobilitas

surabayapagi.com
Hyundai Mulai Tes Taksi Terbang di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur. SP/ KLM

SURABAYAPAGI.com, Kalimantan - Menyoroti potensi signifikan AAM dalam membentuk masa depan mobilitas, terutama di Ibu Kota Nusantara (IKN), kali ini komitmen Hyundai Motor Group tidak tanggung-tanggung.

Kali ini, Hyundai mulai melakukan proof of concept (PoC) taksi terbang untuk mobilitas terintegrasi Darat-Udara di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, yang kedepan Ibu Kota Nusantara (IKN) itu digambarkan sebagai kota ramah lingkungan di masa depan.

Baca juga: Mulai 2028, Hyundai Bakal Pekerjakan Robot Humanoid Bernama ‘Atlas’

Melalui PoC ini, Hyundai Motor Group memperkenalkan solusi mobilitas komprehensif yang mengintegrasikan platform Mobility-as-a-Service (MaaS), yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia, bersama dengan kendaraan listrik dan AAM ramah lingkungan, serta menggunakan Shucle, platform layanan mobilitas yang responsif terhadap permintaan.

Baca juga: Diklaim Isi Daya Cuma 5 Menit, Baterai Solid-State Pertama di Dunia Siap Diproduksi

Hyundai Motor Group juga berhasil menyelesaikan penerbangan perdana di luar negeri dari Optionally Piloted Personal Air Vehicle (OPPAV), sebuah demonstrator teknologi AAM yang dikembangkan bersama Korea Aerospace Research Institute.

Selain itu, Hyundai Motor Group juga memamerkan S-A2, generasi terbaru dari pesawat AAM, serta menjabarkan visinya untuk AAM di Indonesia. "Pengembangan pasar AAM memerlukan lebih dari sekadar inovasi pesawat. Upaya ini menuntut kolaborasi seluruh industri penerbangan," ujar Kim, Rabu (31/07/2024).

Baca juga: Masuki Era Baru Mobilitas Udara, China Kenalkan Mesin Rotary R05E yang Lebih Ringkas dan Bertenaga

Diketahui, pertama kali diperkenalkan di CES 2024, S-A2 mengikuti konsep visioner awal perusahaan, S-A1, yang debut di CES 2020. Hyundai Motor Group akan terus memajukan pengembangan S-A2, dengan tujuan mencapai komersialisasi pada 2028. kl-02/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru