SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Donut Lab mengumumkan bahwa baterai solid-state pertama di dunia siap diproduksi massal dan tersedia secara komersial, yang diklaim selama ini terasa futuristis lantaran berteknologi canggih yang berpotensi merevolusi kendaraan listrik mulai dari mobil penumpang, sepeda motor, hingga truk berat dan alat konstruksi, Kamis (08/01/2026).
Diketahui, Donut Lab sendiri bukan nama asing di dunia elektrifikasi. Perusahaan rintisan ini dikenal lewat motor listrik dalam roda yang menggerakkan sepeda motor listrik Verge Motorcycles. Model TS Pro versi terbaru akan menjadi kendaraan listrik produksi massal pertama di dunia yang menggunakan baterai solid-state.
Kini, mereka mengklaim sel dan modul baterai solid-state tanpa cairan telah tersedia pada skala produksi gigawatt-jam dan siap dipasok ke perusahaan di berbagai negara. Lantaran keunggulan yang ditawarkan terdengar ambisius, baterai solid-state Donut diklaim lebih ringan, memiliki kepadatan energi lebih tinggi, lebih aman, dan tahan lama.
Lanjut, pada versi baru dengan baterai solid-state, jarak tempuh standar tetap 217 mil, namun opsi baterai berkapasitas besar yang masih muat di dudukan yang sama mampu meningkatkan jarak tempuh hingga 370 mil (510). Waktu pengisian dipangkas drastis menjadi kurang dari 10 menit, bahkan hingga 5 menit saja.
Selain itu, teknologi tersebut juga diklaim mampu diisi daya jauh lebih cepat dibanding baterai lithium-ion konvensional berbasis elektrolit cair. Donut Lab juga menyebut baterai tersebut 100 persen ramah lingkungan dan terbuat dari material yang mudah ditemukan, sehingga relatif kebal terhadap gangguan rantai pasok global.
Menariknya, menurut Donut Lab, baterai solid-state mereka memiliki kepadatan energi hingga 400 watt-jam per kilogram dan mampu diisi penuh hanya dalam lima menit, dengan daya tahan mencapai 100.000 siklus pengisian tanpa perlu membatasi pengisian hingga 80 persen.
Sebagai pembanding, baterai lithium-ion kelas atas saat ini umumnya berada di kisaran 250–300 watt-jam per kilogram dengan usia pakai sekitar 5.000 siklus penuh. Klaim lain yang tak kalah menarik adalah ketahanan suhu ekstrem. Sedangkan untuk biaya produksinya pun diklaim lebih murah dibanding baterai lithium-ion sebanding. Implementasi nyata teknologi ini bisa dilihat pada Verge TS Pro. Jika klaim-klaim tersebut terbukti di dunia nyata, peta persaingan teknologi baterai kendaraan listrik bisa berubah lebih cepat dari perkiraan. jk-02/dsy
Editor : Redaksi