SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Indonesia juara Piala AFF U-19 2024 dengan mengalahkan Thailand 1-0. King Indo bergemuruh di media sosial.
Timnas Garuda Muda memastikan kemenangan pada Senin (29/7/2024) malam di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.
Baca juga: Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya
Gol semata wayang dari sontekan Jens Raven di menit ke-17. Dan ini tidak bisa dibalas oleh Thailand sampai wasit meniup peluit panjang.
Sorak sorai masyarakat Indonesia bukan cuma di dunia nyata, tapi menembus dunia maya.
Trending topic di lini masa X/Twitter didominasi seputar kemenangan Indonesia.
Ada #TimnasDay di puncak trending topic dengan 21.700 tweet. Lalu ada Jens Raven dengan 6.574 postingan, Kaka dengan 29.400 tweet dan ada King Indo dengan 1.441 tweet.
Reaksi netizen Indonesia tentu saja bahagia luar biasa. Segala ucap terima kasih disampaikan untuk Timnas U-19 dan pelatihnya Indra Sjafri.
***
Catatan jurnalistik saya, Jens Raven mencuri perhatian dengan performa impresifnya di Piala AFF U-19 . Ia mencetak satu gol saat Indonesia menang 6-0 atas Filipina. Pemain naturalisasi ini memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Yogyakarta.
Jens Raven , yang berdarah Belanda dan Yogyakarta, resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 27 Juni 2024. Darah Indonesia mengalir dalam tubuhnya melalui neneknya, yang pandai memasak masakan Indonesia seperti soto, nasi goreng, dan gado-gado.
Meski belum pernah menginjakkan kaki di Indonesia sebelum proses naturalisasi, Jens mengenal Indonesia lewat masakan neneknya. Perbedaan suhu antara Belanda dan Indonesia sempat membuatnya kesulitan beradaptasi, terutama di kota-kota panas seperti Jakarta dan Surabaya .
"Masakan Indonesia terbaik adalah buatan nenekku," ujar Jens, yang lahir pada 2005.
Dalam ajang Piala AFF U-19, Jens memiliki target pribadi untuk membawa skuad Garuda Muda melangkah jauh di turnamen tersebut.
"Aku harap bisa maksimal bersama tim dan berkontribusi dengan mencetak gol lebih banyak di AFF," harapnya.
Jens Raven mengungkapkan bahwa darah keturunan Indonesia yang dimilikinya berasal dari neneknya. "Nenekku dari Yogyakarta dan saat perang dulu dia naik kapal pindah ke Belanda," katanya. Itu kisah satu pesepakbola naturalisasi Indonesia yang memiliki darah Belanda.
***
Sejarah yang saya baca, Belanda menjadi salah satu negara di dunia yang banyak ditinggali orang Indonesia. Mereka beranak pinak dan menciptakan generasi baru.
Orang Jawa sebut Belanda Londho. Istilah Londho dari bahasa Jawa "Walondho" untuk menyebut Belanda.
Konon nama negara Belanda di Indonesia berasal dari bahasa Portugis Holanda, dari bahasa Belanda Holland. Dan oleh bangsa-bangsa Nusantara nama Olanda ini berubah menjadi Wolanda atau Walanda. Ini kemungkinan besar karena pengaruh huruf Jawi. Lalu karena tekanan terletak pada suku kata kedua dari suku kata akhir, maka bunyi /a/ pada suku kata pertama direduksi menjadi pepet /ə/. Sehingga nama ini menjadi Welanda.
Baca juga: Berharap Eks Menag Dihukum Berat
Dikutip dari data Kemenlu, Belanda memiliki karakteristik khusus dengan jumlah diaspora Indonesia yang besar, yakni sekitar 15 ribu WNI dan 1,7 juta diaspora keturunan Indonesia.
Dari sejumlah sebanyak itu, banyak kota yang ditinggal orang Indonesia di Belanda.
Maka itu, Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pernah meminta kepada PSSI agar tidak terlalu banyak menaturalisasi pemain keturunan Belanda-Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Saat ini ada pesepak bola Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, Jay Idzes, dan Nathan Tjoe-A-On. Mereka menambah daftar pemain keturunan Belanda-Indonesia yang dinaturalisasi oleh PSSI.
Keempatnya bahkan sudah memperkuat Timnas Indonesia saat menghadapi Vietnam dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 21 Maret dan 26 Maret.
Hebatnya, tiga dari empat pemain tersebut sudah mencetak gol dan assist untuk Timnas Indonesia. Ragnar dan Jay berhasil mencetak gol ke gawang Vietnam sedangkan Thom menciptakan assist di Stadion My Dinh.
Saat ini, di skuad Garuda ada 10 pemain keturunan Belanda-Indonesia, yakni Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Justin Hubner, Ivar Jenner, Rafael Struick, dan Marc Klok.
Jumlah pemain tersebut belum dihitung dengan pemain keturunan Belanda lain yang tidak dipanggil Timnas Indonesia seperti Stefano Lilipaly, Ezra Walian, dan Diego Michiels.
Terlepas dari pro kontra soal program naturalisasi Timnas Indonesia, ada hal menarik yakni mayoritas pemain yang 'direkrut' berasal dari Belanda.
Apakah ada yang salah dari PSSI? Ataukah ini siklus hubungan negara penjajah dan negara yang dijajah.
Saya catat, Belanda memiliki karakteristik khusus dengan jumlah diaspora Indonesia yang besar, yakni sekitar 15 ribu WNI dan 1,7 juta diaspora keturunan Indonesia.
Kenapa warga Belanda banyak keturunan Indonesia? Konon karena hubungan politik, perdagangan, dan budaya selama 300 tahun. Wajar banyak warga Belanda yang memiliki keturunan dari Indonesia. Dalam pergaulan, mereka yang lahir dari hasil percampuran antara pribumi dengan Belanda disebut dengan istilah indo.
Baca juga: Dunia Keuangan Indonesia Berguncang
Jadi pesepak bola naturalisasi, bisa dipanggil Indo. Ini bila kelak mereka punya anak hasil pernikahan dengan wanita nusantara.
Atau pemain naturalisasi seperti Jens Raven, layak dipanggil sinyo, anak laki-laki yang belum menikah hasil peranakan Belanda-Indonesia.
Praktis, Belanda menjadi negara penyumbang pemain naturalisasi di Tanah Air. Maklum, Indonesia pernah dikuasai oleh pemerintah kolonialisme Belanda.
Menurut sejarah, eksistensi orang-orang Belanda di Indonesia terbilang cukup lama. Bahkan sebelum masa kolonialisme, terhitung lebih dari tiga abad orang-orang Belanda sudah ada di negeri yang kini dikenal sebagai Indonesia.
Sebut saja Shayne Pattynama yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 24 Januari 2023 lalu. Seakan tak puas menggali bakat dari Belanda, PSSI dikabarkan masih memburu tiga pemain muda yakni Justin Hubner, Ivar Jenner, dan Rafael Struick.
Ketiganya bahkan sudah dicanangkan akan ikut ambil bagian dalam TC persiapan Piala Asia U-20 2023. Adapun pemain asal Belanda yang pernah dinaturalisasi Indonesia antara lain adalah adalah Stefano Lilipaly, Marc Klok, Ezra Walian, Raphael Maitimo, Sergio van Dijk, Tonnie Cusell, Diego Michiels, Ruben Wuarbanaran dan lainnya.
Belanda tampaknya menjadi tujuan favorit program naturalisasi dalam sepak bola Indonesia. Boleh dikatakan, Belanda menjadi negara penyumbang naturalisasi pemain naturalisasi di Tanah Air.
Didukung, hubungan sejarah yang erat antara Indonesia dan Belanda menjadi penyebab utamanya. Sebagaimana diketahui, Indonesia pernah dikuasai oleh pemerintah kolonialisme Belanda.
Eksistensi orang-orang Belanda di Indonesia terbilang cukup lama. Sebelum masa kolonialisme, terhitung lebih dari tiga abad orang-orang Belanda sudah ada di negeri yang kini dikenal sebagai Indonesia.
Kondisi itulah yang menyebabkan banyaknya orang-orang keturunan silang yang berdarah Belanda - Indonesia. Dari banyaknya orang-orang keturunan tersebut, tak sedikit di antaranya yang menjadi pesepak bola di zaman modern.
Wajar, PSSI lebih sering mengincar para pemain dari Belanda. Selain karena memiliki darah dari Indonesia, para pemain tersebut telah dibesarkan dalam kultur sepak bola modern ala Belanda yang maju. Ayo Sinyo Londho, majukan sepak bola Indonesia. (radityakhadaffi@gmail.com)
Editor : Moch Ilham