Mudik dengan Google Maps

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebagai generasi milenial yang lahir tahun 1980-an, saya sangat akrab dalam mengandalkan Google Maps dalam kehidupan sehari-hari. Terutama saat naik mobil ke luar kota.

Sebagai generasi yang mengadopsi teknologi digital sejak usia muda, saya menggunakan aplikasi ini untuk navigasi real-time, mencari rute alternatif, memantau kemacetan, hingga mencari ulasan tempat, foto, dan jam operasional lokasi. Termasuk saat mudik.

Ya! Google Maps adalah layanan pemetaan web dan aplikasi navigasi gratis yang dikembangkan oleh Google untuk menyediakan citra satelit, peta jalan, kondisi lalu lintas real-time, serta perencanaan rute.

Google Maps saya anggap navigasi belokan demi belokan, mencari lokasi (restoran, SPBU, dll.), dan membagikan lokasi secara langsung.

 

***

 

Mudik era milenial seperti sekarang, saya pikir banyak ditandai perpaduan tradisi dan teknologi digital, di mana perencanaan dilakukan via aplikasi (online booking), navigasi menggunakan Google Maps/Waze, dan momen dibagikan di media sosial (Instagram/TikTok). 

Meskipun canggih, esensi pulang kampung untuk silaturahmi langsung dan sungkeman tetap utama, didukung infrastruktur modern yang memudahkan perjalanan. 

Bagi saya, mudik dengan Google Maps sangat nyaman dan efisien karena menyediakan navigasi real-time, rute tercepat, info kemacetan, hingga lokasi rest area.

Fitur peta offline ini membantu saat sinyal lemah, namun perlu waspada terhadap jalur alternatif sempit. 

Ada tips memaksimalkan Google Maps untuk mudik. Antara lain menampilkan kemacetan dan menyarankan rute tercepat untuk menghindari macet parah.

Juga bisa menemukan SPBU, tempat makan, dan posko istirahat terintegrasi Kementerian PU.

 

***

 

Ya! Google Maps, membantu memandu perjalanan dari awal hingga tujuan dengan lebih terencana.Ingat antisipasi kehilangan sinyal di daerah terpencil.

Pastikan jalur yang disarankan bukan jalan sempit ataybcuram, terutama saat hindari macet.

Saya sering  bertanya jika diarahkan ke jalan yang mencurigakan.  Praktis, dengan persiapan yang matang, Google Maps bisa menjadi alat bantu yang sangat andal untuk perjalanan mudik kita. 

Apalagi, kini kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkolaborasi dengan Google untuk memudahkan masyarakat menemukan lokasi Posko Mudik. Kementerian PU selama periode mudik Lebaran 2026, mengintegrasi layanan digital dengan Google Maps. Ini memungkinkan pemudik mencari lokasi posko istirahat resmi di sepanjang jalur mudik.

Saya pernah punya pengalaman tak terlupakan, Google Maps menjebak karena data tidak real-time (jalan ditutup/konstruksi) dan sinyal GPS lemah.

Jadi saya harus melakukab pembaruan data yang tidak real-time, karena jalan yang sudah ditutup, berubah menjadi satu arah. Kadang konstruksi baru sebuah lokasi terpencil yang tidak selalu langsung terupdate di aplikasi.

Hal yang menjengkelkan, meski saya sudah Google Maps, seringkali arah mobil diarahkan ke jalan tikus yang sempit atau bahkan jalan buntu yang tidak cocok untuk kendaraan besar.

Kadang saya kalibrasi kompas. 

Ini saat posisi tidak akurat. Saya lakukan kalibrasi dengan menggerakkan ponsel membentuk angka 8 atau gunakan fitur Live View dengan kamera Google Lens. Dan saya selalu gunakan akal sehat saat masuk 'jebakan jalan tikus' yaitu saya bertanya pada warga setempat. ([email protected])

Berita Terbaru

Tetap Genjot PAD, Pemkot Malang Pastikan Tak Naikkan Pajak Kendaraan 2026

Tetap Genjot PAD, Pemkot Malang Pastikan Tak Naikkan Pajak Kendaraan 2026

Senin, 08 Jun 2026 15:34 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Terkait isu kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pada tahun 2026, Pemerintah…

Dinilai Lebih Untung, Petani Bawang Merah di Nganjuk Pilih Jadikan Hasil Panen Sebagai Bibit

Dinilai Lebih Untung, Petani Bawang Merah di Nganjuk Pilih Jadikan Hasil Panen Sebagai Bibit

Senin, 08 Jun 2026 15:28 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Baru-baru ini memasuki musim kemarau, sejumlah petani bawang merah di Desa Sumengko, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memilih…

Pemkab Probolinggo Percepat Izin Operasional PAUD, Dukung Wajib Belajar Pra Sekolah

Pemkab Probolinggo Percepat Izin Operasional PAUD, Dukung Wajib Belajar Pra Sekolah

Senin, 08 Jun 2026 15:18 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai bagian dari dukungan terhadap program wajib belajar satu tahun pra sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo…

Dibangun Terpadu, Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Gabungkan SD-SMA Dalam Satu Kawasan

Dibangun Terpadu, Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Gabungkan SD-SMA Dalam Satu Kawasan

Senin, 08 Jun 2026 15:09 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan Sekolah Rakyat Jawa Timur…

Jadi Magnet Studi Tiru, Produksi Cengkeh di Jombang Tembus 363 Ton per Tahun

Jadi Magnet Studi Tiru, Produksi Cengkeh di Jombang Tembus 363 Ton per Tahun

Senin, 08 Jun 2026 15:03 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menyikapi keberhasilan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang semakin mengukuhkan…

Anggarkan Rp3,7 Miliar, Disperkim Fokuskan Pembenahan Ribuan Ruas Jalan Kelurahan di Magetan

Anggarkan Rp3,7 Miliar, Disperkim Fokuskan Pembenahan Ribuan Ruas Jalan Kelurahan di Magetan

Senin, 08 Jun 2026 14:54 WIB

Senin, 08 Jun 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) setempat mulai menyoroti…