SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih 23 penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2024. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari upaya kolektif masyarakat Surabaya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat ditemui oleh Surabaya Pagi menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ini.
Baca juga: Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87 Persen pada 2025, Pemkot Fokus Kembangkan Ekraf dan Pariwisata Kota
"Surabaya adalah satu-satunya kota di Indonesia yang mendapatkan Proklim paling banyak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Surabaya selalu bergerak untuk lingkungan kota ini," ujar Eri, Jumat (16/08/2024).
Penghargaan Proklim ini juga mencerminkan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menjaga integritas dan kemajuan kota pahlawan. Eri menambahkan bahwa kampung-kampung yang mendapatkan Proklim akan menjadi mentor bagi wilayah lainnya di masa mendatang.
"Total hari ini sudah lebih dari 50 kampung yang mendapatkan Proklim, dengan harapan ke depannya seluruh perkampungan dan RW di kota Surabaya bisa mendapatkan penghargaan ini," lanjutnya.
Baca juga: Tindaklanjuti Instruksi Mendagri, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Piket dan WFA saat Lebaran
Salah satu kampung yang berhasil meraih penghargaan Proklim Mandiri adalah Kampung Maspati di Kecamatan Bubutan. Kampung ini telah diakui sebagai Proklim Mandiri dan tingkat utama oleh Kementerian LHK.
Eri menyatakan bahwa Pemkot Surabaya akan membuat petunjuk peraturan wali kota (Perwali) sehingga semua kampung di Surabaya bisa mengikuti jejak Kampung Maspati dan menjadikan Surabaya sebagai kota dengan program Proklim terbanyak di Indonesia.
"Jika kampung sehat, maka anak-anaknya juga pasti sehat. Apalagi kita tidak bisa terlepas dari perubahan iklim dan perubahan cuaca yang semakin ekstrem," jelas Eri, menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan.
Baca juga: Viral Truk Bawa Sampah Berserakan, DLH Surabaya: Armada Pengangkut Wajib Tertutup dan Laik Jalan
Keberhasilan ini mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat yang merasakan dampak positif dari program Proklim.
Dengan program yang terus berkembang, Surabaya diharapkan bisa menjadi teladan nasional dalam pelestarian lingkungan dan adaptasi perubahan iklim. Zisti
Editor : Desy Ayu