Petani di Ngawi Manfaatkan Lahan Waduk untuk Bercocok Tanam Imbas Kemarau

surabayapagi.com
Petani di Kabupaten Ngawi, memanfaatkan surutnya debit air di sejumlah waduk yang ada untuk menanam padi di musim kemarau. SP/ NGW

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Sejumlah petani di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur memanfaatkan lahan waduk untuk bercocok tanam sejumlah varietas tanaman. Upaya tersebut tentu dapat menambah luas tanam pada musim kemarau setiap tahunnya.

Pemanfaatan lahan waduk tersebut imbas menyusutnya debit air di Waduk Bendo, Waduk Pondok, dan Waduk Sangiran dimanfaatkan oleh petani untuk bertanam padi di area waduk yang tak tergenang air. 

Baca juga: Selama Musim Kemarau 2026, BPBD Kota Madiun Petakan Kelurahan Rawan Krisis Air

"Pertambahan pertanaman di lahan waduk yang kering pada musim kemarau tahun 2024 ini tercatat sekitar 700 hektar," ujarnya, Rabu (04/09/2024).

Pemanfaatan area waduk yang mengering biasanya dilakukan pada pertengahan musim kemarau di mana air waduk menyusut cukup rendah. Para petani memanfaatkan bagian waduk yang mengering untuk bertanam padi maupun jagung.

Baca juga: Masuki Musim Kemarau, Peternak Sapi Perah di Kota Batu Pilih Rawat Ekstra Lahan Hijau

“Paling sekali tanam karena air waduk menyusut dan dasar waduk yang agak dangkal bisa ditanami. Lumayan untuk menambah penghasilan karena sebagian lahan petani mengering,” ujar Sarju, salah satu petani disana.

Sedangkan saat ini, tercatat luasan lahan tanaman padi petani mencapai 36.000 hektar dari target yang ditentukan. Meski tak terlalu banyak menambah luasan lahan tanaman padi, namun pemanfaatan area waduk menambah luasan lahan pertanian. 

Baca juga: Hadapi Puncak Musim Kemarau, DKPP Kota Madiun Dorong Percepat Masa Tanam

Meski demikian, Dinas Pertanian setempat mengimbau petani menanam palawija pada musim kemarau karena kebutuhan airnya lebih sedikit dibandingkan padi dan juga untuk menghindari gagal panen. ng-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru