Ke Hong Kong, Kini Bebas Visa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan data terbaru Global Passport Index per Juli 2026, Warga Negara Indonesia (WNI) mengantongi akses bebas visa ke 89 negara di seluruh dunia tanpa perlu mengurus visa konvensional yang rumit.

Fasilitas kemudahan masuk ini terbagi ke dalam tiga skema utama, yakni Bebas Visa Sepenuhnya (Murni), Visa on Arrival (VoA), dan Electronic Travel Authorization (eTA).

Daftar Negara Paling Mudah Berikan Visa

untuk Paspor Indonesia adalah

 * Bebas Visa Murni

   (42 Negara)

   Pada skema ini, WNI cukup membawa paspor aktif (minimal masa berlaku 6 bulan) beserta dokumen pelengkap standar seperti tiket pesawat pulang-pergi (PP) dan bukti reservasi penginapan. Tanpa pendaftaran tambahan, wisatawan dapat langsung melalui pemeriksaan imigrasi di negara tujuan.

   Berikut daftar 42 negara bebas visa murni beserta batas waktu tinggalnya:

 * Angola (30 hari)

 * Barbados (90 hari)

 * Belarus (30 hari)

 * Brasil (30 hari)

 * Brunei Darussalam (14 hari)

 * Filipina (30 hari)

 * Fiji (120 hari)

 * Gambia (90 hari)

 * Guyana (30 hari)

 * Haiti (90 hari)

 * Hong Kong (30 hari)

 * Iran (15 hari)

 * Kamboja (30 hari)

 * Kazakhstan (30 hari)

 * Kiribati (90 hari)

 * Kolombia (90 hari)

 * Laos (30 hari)

 * Makau (30 hari)

 * Malaysia (30 hari)

 * Mali (30 hari)

 * Maroko (90 hari)

 * Mikronesia (30 hari)

 * Myanmar (14 hari)

 * Namibia (30 hari)

 * Peru (180 hari)

 * Rwanda (90 hari)

 * Saint Vincent and the

   Grenadines (90 hari)

 * Serbia (30 hari)

 * Singapura (30 hari)

 * Suriname

   (Tourist Card 90 hari)

 * Tajikistan (30 hari)

 * Teritorial Palestina

   (tanpa batasan khusus)

 * Thailand (60 hari)

 * Timor Leste (30 hari)

 * Tunisia (90 hari)

 * Turki (30 hari)

 * Uzbekistan (30 hari)

 * Venezuela (90 hari)

 * Vietnam (30 hari)

 * Chile (90 hari)

 * Dominika (21 hari)

 * Ekuador (90 hari).

 * Bebas Visa dengan Visa

   on Arrival / VoA (40 Negara)

   Visa on Arrival (VoA) merupakan jenis izin masuk yang diterbitkan langsung oleh petugas di tempat kedatangan (bandara atau pelabuhan) negara tujuan. Pemegang paspor Indonesia tidak perlu mengajukan permohonan visa di kedutaan sebelum keberangkatan.

   Berikut 40 negara yang memberlakukan skema VoA bagi WNI:

 * Armenia (120 hari)

 * Azerbaijan (30 hari)

 * Bangladesh (30 hari)

 * Bolivia

 * Burundi

 * Djibouti

 * Etiopia (90 hari)

 * Gabon

 * Guinea

 * Guinea-Bissau (90 hari)

 * Guinea Ekuatorial

 * India

 * Kepulauan Marshall

   (90 hari)

 * Komoros (45 hari)

 * Kongo

 * Kuba

 * Kirgistan (30 hari)

 * Madagaskar (90 hari)

 * Malawi (30 hari)

 * Maladewa (30 hari)

 * Mauritania

 * Nepal

 * Nigeria

 * Oman (30 hari)

 * Palau (30 hari)

 * Papua Nugini

   (E-visitors 60 hari)

 * Paraguay (30 hari)

 * Qatar (30 hari)

 * Samoa (90 hari)

 * Sierra Leone (30 hari)

 * Sri Lanka (30 hari)

 * Sudan Selatan

 * Tanzania

 * Togo

 * Tuvalu (30 hari)

 * Uganda

 * Ukraina

 * Yordania (30 hari)

 * Zimbabwe (90 hari)

 * Bebas Visa dengan

   Electronic Travel Authori￾zation / eTA (7 Negara)

   Berbeda dengan VoA, skema eTA mengharuskan pelancong mengajukan izin perjalanan digital secara online melalui situs resmi pemerintah negara tujuan sebelum tanggal keberangkatan.

   Setelah disetujui, eTA akan terhubung secara elektronik dengan data paspor pemohon, sehingga petugas imigrasi cukup melakukan pemindaian paspor saat tiba.

   Berikut 7 negara yang membutuhkan pendaftaran eTA:

 * Jepang

 * Kenya

 * Mozambik

 * Pantai Gading

 * Saint Kitts and Nevis

 * Seychelles

 * Sri Lank

   Meskipun puluhan negara memberikan akses kemudahan masuk tanpa visa konvensional, WNI diimbau untuk tetap memeriksa kembali masa berlaku paspor serta dokumen penunjang perjalanan sebelum melakukan penerbangan. erc/jk

Berita Terbaru

Advokat Senior H. Mohammad Siddik, S.H. Desak Propam Periksa Penyidik Polresta Sumenep

Advokat Senior H. Mohammad Siddik, S.H. Desak Propam Periksa Penyidik Polresta Sumenep

Kamis, 29 Okt 2026 09:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 09:07 WIB

Kasus BBM di Sumenep Disorot…

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Jasa Raharja mencatat tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, baru mencapai 49,25 persen hingga September 2026, dari total 116…

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Tekanan tersebut antara…

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG…

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)…

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Prarekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, diwarnai momen emosional saat…