SURABAYAPAGI.com, Jember - Para nelayan di wilayah Jember, Jawa Timur baru saja berduka. Pasalnya sebanyak 8 perahu nelayan di Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, karam dan tenggelam.
Karamnya perahu milik para nelayan di Jember diakibatkan adanya gelombang air laut yang tingginya saat itu mencapai 2,5 meter. perahu-perahu yang karam tersebut merupakan milik nelayan yang tengah sandar di tepi Pantai Papuma sekitar pukul 06.30 WIB.
Baca juga: Jelang Momen Nataru, KAI Daop 9 Jember Sediakan 144.504 Tempat Duduk
Pasalnya, perahu-perahu tersebut terbuat dari kayu, sehingga ketika berbenturan itu menyebabkan kayu pada perahu menjadi retak, kemudian perahu-perahu tersebut karam dan tenggelam.
"Benar ada perahu-perahu milik nelayan di Pantai Papuma yang mengalami karam. Kejadiannya itu karena ombak air laut yang cukup tinggi mencapai 2,5 sampai 2,6 meter," kata KBO Satpolair Polres Jember Aiptu Agus Rianto, Minggu (06/10/2024).
Lebih lanjut, awal kejadian tersebut bermula saat air laut pasang pada pukul 04.00 WIB. Kemudian pukul 06.00 WIB gelombang semakin membesar dan menyebabkan tali jangkar perahu itu putus.
"Tali jangkar perahu itu putus saat tersapu ombak. Karena perahu-perahu yang sandar itu posisinya berjejer satu sama lain akhirnya perahu yang talinya putus itu menghantam perahu lain di sekitarnya," jelasnya.
Baca juga: Pantai Papuma Jember: Surga Pasir Putih dan Panorama Karang Eksotis di Jawa Timur
Beruntung, lanjut Agus, tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Saat kejadian, para nelayan sedang tidak pergi melaut karena ombak yang tinggi.
"Untuk korban nihil. Jadi tadi hanya ada penjaga yang ditugaskan menjaga perahu-perahu itu dan tidak ada nelayan yang pergi melaut," bebernya.
"Karena memang prediksi yang kami terima dari BMKG hari ini itu akan terjadi gelombang tinggi. Dari situlah mungkin para nelayan enggan berangkat melaut," imbuh Agus.
Baca juga: Gegara Truk Terguling saat Hujan Deras, Perjalanan Dua KA di Daop Jember Terganggu
Sedangkan untuk kerugian akibat peristiwa itu, ujar dia, ditaksir mencapai Rp 10 juta. Kondisi kayu papan yang digunakan sebagai bahan dasar perahu mengalami rusak berat.
"Kerugiannya hanya sebatas material saja. Karena para nelayan itu harus memperbaiki perahu yang kayu papannya mengalami kerusakan. Mungkin sekitar 10 juta rupiah," papar Agus. jr-01/dsy
Editor : Desy Ayu