Jaga Stabilisasi Harga Bapok, Pemkot Probolinggo Gelar Pasar Murah

surabayapagi.com
Pj Wali kota Probolinggo M. Taufik Kurniawan secara simbolis menyerahkan beras kepada pembeli yang membeli beras di pasar murah di Kecamatan Kanigaran. SP/ PRB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-79 Provinsi Jawa Timur sekaligus untuk menjaga stabilisasi harga bahan pokok (bapok), Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menggelar kegiatan pasar murah di Kecamatan Kanigaran.

"Itu bentuk kepedulian pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Probolinggo untuk tetap dapat menjaga harga pasar sesuai dengan kemampuan masyarakat," kata Pj Wali kota Probolinggo M. Taufik Kurniawan saat meninjau pasar murah, Jumat (25/10/2024).

Baca juga: Selama Ramadhan, Pemkab Pamekasan Gelar Pasar Murah Bergilir di 13 Kecamatan

Lebih lanjut, menurut Pj Wali Kota Taufik, adanya agenda pasar murah ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Harga sembako yang ditawarkan lebih murah daripada di pasaran. Jadi momentum itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya karena benar-benar harganya lebih murah," katanya.

Baca juga: Disperindag Magetan Gelar Pasar Murah, Jaga Stabilitas Harga Pangan saat Nataru

Sebagai informasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif (UPT PMPI dan TK) Malang telah menyediakan sebanyak 1,5 Ton beras, 200 kg gula, 100 kg telur dan 360 liter minyak goreng.

Untuk komoditas Beras SPHP dijual di harga Rp 56.250 dengan kemasan 5 kg, gula pasir Rp 16.000 setiap 1 kg, gula pasir bermerek Rp 16.500 per kg, minyak goreng Rp 15.000 per liter dan telur ayam Rp 23.000 per kemasan.

Baca juga: Ning Ita Tinjau Gerakan Pangan Murah Kolaborasi Pemprov Jatim–Pemkot Mojokerto

Sedangkan untuk distribusi nya, maka masing-masing komoditas akan dibatasi jumlah pembeliannya seperti beras maksimal per orang 5 sak, kemudian komoditas telur 1 kg, gula 1 kg, minyak goreng 2 liter. Hal itu dilakukan agar proses pendistribusian merata. pr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru