Berpengalaman, Subandi-Mimik Andalkan Smart City di Setiap Layanan Digital

surabayapagi.com
Subandi-Mimik Kuasai Debat Publik kedua Cabup dan Cawabup Sidoarjo. SP/ Hikmah

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo kembali menggelar debat publik kedua Paslon Bupati dan Paslon Wakil Bupati Sidoarjo di Hotel Aston Jl. Kahuripan Sidoarjo pada Kamis (31/10/2024) malam.

Adapun tema dalam debat kedua adalah meningkatkan pelayanan masyarakat dan menyelesaikan persoalan daerah, Debat berlangsung dalam 6 segmen, dimana lima guru besar sebagai Panelis dari lima Perguruan Tinggi ternama di Jawa Timur yang telah menyusun pertanyaan yang harus dijawab oleh kedua pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sidoarjo, pertanyaan tersebut diserahkan kepada Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo Fauzan Adim sebagai penyelenggara Debat Publik.

Baca juga: Sedekah Bumi, Pemdes Pilang Gelar Pengajian Umum di Masjid Baitul Mutaqiin

Dalam Debat Publik kedua, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 1 Subandi – Mimik Idayana (BAIK) kembali menguasai jalannya debat yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Sidoarjo, dengan pengalamannya baik di Dewan maupun di Pemerintahan.

Dalam debat kedua, Kamis (31/10/2024) malam, Subandi – Mimik mendominasi dan lebih menguasai materi. Khususnya dalam tema tentang meningkatkan pelayanan masyarakat dan menyelesaikan persoalan daerah.

Dalam meningkatkan Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SPBE) dan membangun kultur ASN yang mempunyai integritas, Subandi-Mimik Idayana mengandalkan smart city, setiap layanan dilakukan secara digital.

Sedangkan di bagian perizinan sudah ada sistem Online Single Submission (OSS). Berbagai aplikasi yang ada di Pemkab Sidoarjo akan diintegrasikan menjadi satu. “Dengan smart city dan integrasi aplikasi layanan maka kami bisa memantau setiap saat, jadi tidak mungkin dinas bisa bermain-main lagi, karena semuanya sudah berbasis elektronik,” kata Subandi.

Selain itu, berkaitan dengan percepatan kemandirian ekonomi, Subandi-Mimik Idayana sudah menyiapkan 14 program kerja Sidoarjo Baik, salah satunya makan gratis untuk fakir miskin dan dhuafa.

Baca juga: Lestarikan Sedekah Bumi, Warga Bogempinggir Gelar Ritual Larung Sesaji

”Kami juga ada bantuan dana bergulir Rp50 juta untuk pelaku UMKM dan bedah 2.000 warung rakyat di Sidoarjo,” ujarnya.

Kemudian ada program bantuan keuangan khusus (BKK) Rp 500 juta setiap desa setiap Kelurahan, sehingga dengan bantuan 500 juta setiap desa maupun kelurahan akan bisa mengatasi permasalahan yang ada di desanya. Bantuan ini sebagai upaya percepatan pembangunan di desa dan bisa membantu warga yang kurang mampu.                                          

Untuk proyek jalan betonisasi dan hotmix akan kita lanjutkan sehingga jalan jalan di Kabupaten Sidoarjo akan semakin lebih baik lagi.

“Dengan pengalaman kami, saya yakin bisa mengatasi kemiskinan yang ada di Sidoarjo. Selama ini kami sudah buktikan semua itu. Kami turun langsung membantu masyarakat,” ucap Mimik Idayana.

Baca juga: Dialog Interaktif Pencegahan Diinformasi Pilkades 2026 Bersama Wakil Ketua DPRD Sidoarjo

Dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pasangan dengan tagline Sidoarjo BAIK itu juga akan menambah kuota beasiswa untuk anak-anak Sidoarjo. 

Selama ini, beasiswa sudah berjalan, ke depan Subandi-Mimik Idayana akan melanjutkan dan menambah kuota dari 10 ribu menjadi 20 ribu beasiswa untuk anak-anak yatim.

“Sehingga kedepan tidak ada lagi anak-anak Sidoarjo yang putus sekolah, sehingga bisa meningkatkan SDM warga Sidoarjo,” ungkap Subandi. Hik

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru