Diguyur Hujan Terus Menerus, Petani Tambak Garam di Probolinggo Merugi Gagal Panen

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petani tambak garam di Probolinggo, Jawa Timur. SP/ PRB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Belasan hektar tambak garam di sejumlah wilayah Probolinggo, Jawa Timur gagal panen imbas diguyur hujan terus-menerus sejak sepekan terakhir, sehingga harus produksi dihentikan.

Para petani lebih memilih membiarkan setiap petak tambaknya bercampur air laut dan air hujan. Salah satunya yang terjadi di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. Hamparan tambak garam nyaris tidak ada aktivitas.

Baca juga: Bangunan SPPG di Bojonegoro Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang

Tambak seluas 600 hektar belum termasuk tambak garam di desa lain pun ikut terdampak. Sehingga, penghentian produksi akibat hujan deras itupun berujung gagal panen dan para petani mengalami kerugian. 

"Gagal panen sudah. Lihat tambak kayak lautan, karena hampir setiap hari hujan. Bayangkan ini hasilnya garam tidak sampai 1 sak, tidak bisa dijual sudah," ujar Suparyono, salah satu anggota kelompok tani tambak garam Desa Kalibuntu, Kamis (12/12/2024).

Baca juga: Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras

"Sekarang garamnya buat campuran pakan dan minumannya sapi," sambungnya.

Diketahui dari total 17 hektar yang ada, hasil garam di musim normal mencapai sekitar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta. Karena terus-menerus merugi, petani garam di Desa Kalibuntu memutuskan untuk tidak berproduksi. Mereka memilih menunggu musim kemarau.

Baca juga: Diterjang Hujan Angin Kencang di Malang, BPBD: 12 Pohon Tumbang hingga 8 Atap Rumah Warga Rusak

Oleh karenanya, kegagalan panen ini menjadi pukulan berat bagi dirinya dan sembilan petani lain di kelompoknya. Mereka kini harus mencari cara untuk mendapatkan modal guna memulai kembali produksi.

Padahal jika produksi garam berlangsung lancar, lahan tambak garam yang melimpah di desa ini dalam satu petak tambak di lahan 12 meter X 50 meter bisa menghasilkan 11 ton garam setiap panen. pr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru