SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro turun langsung mengikuti kegiatan fogging dan PSN (Pemberantasan Sarang nyamuk) di 4 kelurahan Kota Mojokerto, Selasa (24/12/2024).
Baca juga: Tekan Penyebaran Wabah DBD, Pemkab Bangkalan Gencar Berantas Sarang Nyamuk
Didampingi Kepala Dinkes P2KB, dr Farida Mariana, Camat dan Liurah, Mas Pj sapaan akrab Ali kuncoro mengecek proses
penyemprotan asap atau kabut yang mengandung insektisida ke rumah-rumah warga di Kelurahan Blooto, Prajurit Kulon, Mentikan dan Pulorejo.
"Ini adalah hari terakhir penyemprotan, kegiatan fogging dan PSN ini dikandung maksud agar tidak ada muncul permasalahan kesehatan pasca bencana banjir yakni penyakit DBD dan Demam Dengue," ungkap Mas Pj disela sidak.
Peringgi Pemkot Mojokerto ini menyebut, pihaknya siap dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan fogging, serta mengharapkan kerjasama seluruh masyarakat dalam melakukan PSN secara mandiri di tempat tinggal masing-masing.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Chikungunya, Dinkes Pamekasan Gerakkan Kader Posyandu
"Sehingga pelaksanaannya bisa berjalan lebih masif dan efektif," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Kota Mojokerto, dr Farida Mariana mengungkapkan, langkah antisipasi pencegahan nyamuk DBD dengan melakukan PSN, maupun fogging massal di lokasi yang terdampak genangan banjir benerapa waktu lalu.
"Dalam PSN kita juga menyebar obat pembunuh jentik nyamuk Abate untuk di taruh di bak-bak mandi," tukasnya.
Baca juga: Antisipasi Penyakit DBD, Dinkes Kota Madiun Imbau warga Giat Terapkan 3M Plus
Farida juga mengatakan, hingga hari ini, belum ada temuan kasus penderita DBD di Kota Mojokerto. Namun pihaknya tak mengendorkan langkah untuk terus meggerakkan kader PSN.
"Kalau DBD belum ada, yang ada hanya Demam Dengue yakni 3 penderita. Kita berharap tidak ada temuan kasus DBD di kota ini," pungkasnya. Dwi
Editor : Redaksi