SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Dalam rangka mengantisipasi penyebaran penyakit chikungunya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Pamekasan, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait dengan gercep menggerakkan para kader posyandu dan juru pemantau jentik (jumantik) wilayah tersebut.
Pasalnya, penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk itu terungkap berdasarkan laporan dari sejumlah puskesmas pada rapat koordinasi yang digelar institusi itu. Dan saat ini, sebanyak empat kecamatan yakni Kecamatan Larangan, Kadur, Tlanakan, dan Galis yang melaporkan pernah menangani pasien yang menderita chikungunya.
“Dari 13 kecamatan yang ada di Pamekasan, ada empat kecamatan yang melaporkan pernah menangani pasien yang menderita chikungunya," jelas Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin, Jumat (09/01/2026).
Lebih lanjut, menurut Saifudin, chikungunya merupakan penyakit tropis yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, yakni jenis nyamuk yang juga menjadi vektor demam berdarah.
Dan orang yang sudah terinfeksi dapat mengalami beberapa gejala seperti demam, badan terasa lemas, nyeri pada sendi dan tulang yang lama hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
"Jadi, gejala yang paling menonjol itu biasanya panas disertai linu-linu yang sangat mengganggu, bahkan ada yang sampai tidak bisa berjalan," katanya.
Sehingga, untuk mencegah penyebaran penyakit itu, pihaknya telah menginstruksikan kepada para tenaga medis di berbagai kecamatan agar melakukan penyuluhan kepada masyarakat secara langsung cara mencegah penyebaran jenis penyakit tersebut.
Selain itu, penting juga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada air yang tergenang di sekitar rumah. Dinkes Pamekasan juga menggandeng prajurit TNI dari Kodim 0826 Pamekasan untuk melakukan pengasapan di sekitar rumah warga yang terserang penyakit chikungunya. pm-01/dsy
Editor : Redaksi