SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, menggencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk memberantas berkembangbiaknya nyamuk.
Pasalnya, curah hujan tinggi yang terjadi di Bangkalan akhir-akhir ini memicu terjadinya genangan air yang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti. Dan diketahui, saat ini, sebanyak 22 warga yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bangkalan terdeteksi terserang DBD.
"Karena itu, semua petugas medis di berbagai puskesmas di Kabupaten Bangkalan kami gerakkan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Wiwid Mayasari, Rabu (21/01/2026).
Selain itu, laporan dari masing-masing puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) menyebutkan, warga yang terserang DBD itu, dari berbagai kelompok usia, akan tetapi kebanyakan anak-anak dan anak di bawah umur (Balita).
"Semua korban bisa ditangani dengan baik, dan tidak ada yang terlambat. Saat ini sebagian masih ada yang dirawat di beberapa puskesmas, dan sebagian lagi sudah sembuh," katanya.
Lebih lanjut, pihaknya perlu melakukan strategi pencegahan dengan cara menggencarkan sosialisasi rutin kepada masyarakat, promosi kesehatan lewat melalui sosial, serta edukasi masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk, dan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah ini dilakukan, karena polisi dan TNI memiliki jaringan hingga di tingkat desa, sehingga bantuan kedua institusi itu sangat berarti dalam berupaya mencegah penyebaran DBD.
Selain itu, Dinkes Bangkalan juga melibatkan secara aktif para kades posyandu dalam kegiatan itu. Diantaranya, saat ini memiliki sebanyak 1.038 posyandu dengan jumlah kader mencapai 3.114 orang, tersebar di 273 desa dan 8 kelurahan di 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan. bg-01/dsy
Editor : Redaksi