SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) yang tinggal di tujuh dusun di Desa Sumber Canting, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, mengalami krisis air bersih.
Penyebab utama kerusakan adalah hujan deras yang terus mengguyur sehingga mengakibatkan longsor yang merusak pipa air yang mengalirkan air dari sumber mata air setempat ke rumah warga.
Baca juga: Kota Malang Diguyur Hujan Deras, BPBD Catat 15 Titik di 5 Kecamatan Terendam Banjir
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, BPBD Bondowoso mengirimkan air bersih sebanyak 5.000 liter setiap hari menggunakan satu truk untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, hingga pipa yang rusak dapat diperbaiki dan air dapat didistribusikan kembali.
"Kami masih melakukan asesmen dan mapping, apakah cukup dropping 5.000 liter per hari," ungkap Kepala Bidang Logistik Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bondowoso Tugas Riski Bahana, Kamis (30/01/2025).
Pasalnya, pipa tersebut satu-satunya sumber air yang diandalkan warga setempat yang mengalirkan air dari pegunungan. Ada 40 lonjor pipa yang rusak dengan panjang ruas pipa sekitar 400 meter.
Baca juga: Viral di Medsos! Jembatan Darurat di Bondowoso Terlihat Usang, Padahal Baru Diluncurkan
"Ada sekitar 40 lonjor pipa yang rusak dengan panjang ruas pipa sekitar 400 meter," jelas Kepala Desa Sumber Canting Jumali.
Di desanya sendiri, hampir 50 persen warga telah memiliki tandon yang memang digunakan untuk menadah air hujan. Karena, hampir setiap musim hujan selalu terjadi longsor di lokasi perpipaan.
Baca juga: Bangunan SPPG di Bojonegoro Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang
"Hampir 50 persen punya tandon disini," pungkasnya.
Sebagai informasi, di Desa Sumber Canting, terdapat sekitar 1.000 kepala keluarga yang tinggal di tujuh dusun terdampak, yaitu Dusun Batulawang, Korandu, Mangaran, Peringtali, Krajan, Kelabengan, dan Pettong. bd-01/dsy
Editor : Desy Ayu