Hari ini, 7000 lebih Jamaah Muslimat NU Berkongres di Surabaya dihadiri Prabowo dan Gibran

Reporter : Riko Abdiono

SURABAYAPAGI.COM, SUrabaya - Untuk pertama kalinya Kongres Muslimat NU bakal digelar di Kota Surabaya, mulai Senin 10 sampai Rabu 12 Februari 2025. Pembukaan Kongres ke XVIII ini akan digelar di Jatim Expo Surabaya dan dihadiri Presiden PRabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah menteri.

Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar PArawansa menegaskan bahwa pembukaan Kongres XVIII Muslimat NU Insya Allah akan dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan juga Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. “Bapak Presiden RI bersama Bapak Wapres terkonfirmasi Insya Allah akan hadir. Selain itu juga hadir Rois Aam Syuriyah PBNU. Serta Ketua Umum PBNU Kiai Yahya Cholil Staquf juga direncanakan hadir,” tegas Khofifah, dalam konferensi pers usai khotmil Quran, Minggu 9/2/2025.

Baca juga: Gubernur Khofifah Apresiasi Peran Pejuang Kemanusiaan dan Agen Perubahan

Tidak hanya itu, sejumlah Menteri Negara juga akan hadir dan memberikan materi dalam pleno kongres. Seperti Menteri Dikdasmen, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, Badan Gizi Nasional, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Sosial dan juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

“Sejumlah menteri yang hadir dan memberikan materi itu karena memang selama ini Muslimat NU bermitra kuat dengan kementerian terkait. Sehingga mereka Insya Allah akan hadir memberikan materi dalam pleno kongres,” ujar Gubernur Jatim yang sebentar lagi dilantik untuk periode kedua ini.

Total, akan ada lebih 7.000 orang warga Muslimat NU yang hadir dalam acara pembukaan besok. Peserta resmi 3025 orang. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia termasuk 10 pengurus cabang istimewa Muslimat NU yang ada di luar negeri.

“Dalam kongres ini Muslimat NU akan meluncurkan tiga program nasional. Yakni Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem), Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan) dan Mustika Segar (Muslimat Cantik Sehat dan Bugar),” tegas Khofifah.

Tiga program ini sudah dilaksanakan di sejumlah daerah. Seperti program Mustika Mesem adalah program rantangan berisi makanan lengkap seperti nasi, sayuran, dan lauk-pauk dari Muslimat NU untuk diberikan pada masyarakat yang terdaftar sebagai miskin ekstrem.

Baca juga: Gubernur Khofifah Ikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025 Yang Dipimpin KAPOLRI

Sedangkan Program Mustika Darling mengedukasi masyarakat agar setiap kegiatan Muslimat NU seperti pengajian tidak meninggalkan sampah. Kegiatan ini bahkan diharapkan diikuti dengan program cinta lingkungan seperti penggagasan bank sampang.

“Untuk Mustika Segar adalah program senam yang setiap gerakannya disesuaikan untuk usia lanjut, karena anggota Muslimat NU ini kan jamaahnya mayoritas sudah tidak muda,” kata Khofifah.

Di akhir, Khofifah menitipkan permohonan maaf pada seluruh pengguna jalan di sekitar Jatim Expo lantaran kegiatan pembukaan hari Senen, tanggal 10 Februari Kongres XVIII Muslimat NU akan berbarengan dengan jam pulang kantor. Sehingga diprediksi kuat akan menimbulkan kepadatan jalan.

Baca juga: Gubernur Khofifah - Gubernur Sherly Kompak Apresiasi Program Sedekah 5 Ribu Telur Muslimat NU Malut

Pihaknya dikatakan sudah rapat dengan Dirlantas Polrestabes Surabaya. Dari koordinasi tersebut, untuk mengurangi kemacetan, sepanjang jalan Frontage Road di depan Jatim Expo akan ditutup.

Di depan Jatim Expo sendiri hanya akan digunakan untuk drop off tamu dan tidak ada pick up penumpang. Kantong parkir akan dipusatkan di UINSA dan Maspion Square. Jamaah saat bubar acara akan berjalan ke titik parkir kendaraan masing-masing. Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan di Asrama Haji Surabaya  hingga Rabu 12 Februari 2025.

“Kami turut menitipkan pesan maaf jikalau besok lalu lintas di sekitar Jatim Expo akan tertanggu di sore hari. Oleh sebab itu, kami berharap masyarakat bisa mengambil jalur alternatif seperti kawasan Jemursari atapun MERR untuk menghindari titik kepadatan,” pungkasnya. rko

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru