SurabayaPagi, Surabaya - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP UPMS III), yang berada di bawah naungan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan korupsi di lingkungan Pertamina.
Ketua Umum SPP UPMS III, M. Nasyirul Hikam, menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terkait dugaan praktik korupsi dalam tata kelola pengadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM).
Baca juga: Pejabat Pertamina Digaji Rp 1,81 Miliar/Bulan, Korupsi Rp 285 Triliun
"Kami merasa prihatin dan sangat kecewa dengan dugaan praktik korupsi ini. Perbuatan tersebut mencederai nilai integritas seluruh pekerja Pertamina serta berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan," ujarnya, Selasa (5/3).
Selain itu, Nasyirul juga menyayangkan beredarnya informasi yang menyesatkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama terkait tuduhan bahwa BBM yang didistribusikan Pertamina adalah minyak oplosan.
"Kami menegaskan bahwa Pertamina berkomitmen menjalankan perintah negara sesuai dengan program dan regulasi yang berlaku. Kami juga berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat berlangsung secara transparan, adil, dan akuntabel," tegasnya.
Baca juga: Mobil Super All-In-One Protection Resmi Diluncurkan, Efisiensi BBM Klaim Naik 20 Persen
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kualitas produk selalu dilakukan secara ketat dalam setiap tahapan operasional. Pengujian berkala juga dilakukan oleh Lembaga Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS) serta diawasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Direktorat Jenderal Migas, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Dengan adanya pengawasan ketat ini, tuduhan bahwa BBM yang sampai ke SPBU merupakan oplosan tidaklah benar. Semua produk telah melalui pengujian laboratorium dan sesuai standar spesifikasi masing-masing," jelasnya.
SPP UPMS III juga menginstruksikan seluruh anggota dan pekerja Pertamina untuk tetap fokus dalam menjalankan operasional serta memastikan pemenuhan kebutuhan BBM, khususnya di wilayah Jawa Bagian Barat. Hal ini mengingat meningkatnya permintaan gas LPG dan BBM selama periode Satgas Ramadan dan Idul Fitri.
Baca juga: Tinjau Bengkel Rujukan Pertamina, Wagyb Emil Pastikan Penanganan Motor Bermasalah Pasca Isi BBM
Lebih lanjut, Nasyirul mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi. "Di situasi saat ini, Pertamina sangat memerlukan dukungan dan kepercayaan penuh dari masyarakat agar distribusi energi ke seluruh pelosok negeri tetap berjalan lancar," ujarnya.
Menutup pernyataannya, ia mewakili pengurus SPP UPMS III mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh pekerja Pertamina dan masyarakat Indonesia. Byb
Editor : Redaksi