SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Perseroan) mengangkat Lies Hartono atau Cak Lontong dan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sebagai komisaris.
Dalam RUPST PT Pembangunan Jaya Ancol tentang pengangkatan dan pergantian anggota Dewan Komisaris itu juga mengangkat mantan Direktur PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra sebagai Komisaris Utama.
Baca juga: Pramono-Rano, Angkat Cak Lontong, Maudy, Once, Tim Suksesnya
"RUPS menyetujui pergantian anggota Dewan Komisaris untuk memperkuat pengawasan dan strategi bisnis ke depan," kata Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Daniel Windriatmoko dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/4) seperti dikutip dari Antara, Minggu (27/4).
Menurut dia, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berlaku efektif sejak ditutupnya RUPS ini. Jajaran Dewan Komisaris terdiri dari Komisaris Utama dan Komisaris Independen, yakni Irfan Setiaputra. Cak Lontong dan Sutiyoso sebagai Komisaris PT Pembanguna Jaya Ancol Tbk.
Hasil rapat itu semakin memperkuat reputasi Ancol sebagai destinasi wisata unggulan.
Seorang Komika di Layar Kaca
Tim pemenangan gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada Jakarta 2024, Pramono Anung dan Rano Karno diketuai oleh sosok komedian Tanah Air, Cak Lontong.
Demi cintanya pada dunia lawak, ia rela meninggalkan pekerjaan kantoran. Setalah sepuluh tahun kemunculannya di TV, Cak Lontong baru dikenal sebagai komika di layar kaca.
Cak Lontong dikenal sebagai komedian dengan lawakan baku terstruktur dengan logika absurd yang siap membuat penontonnya berpikir. Pria yang memiliki nama asli Lies Hartono ini pun dikenal masyarakat lewat acara-acara televisi yang dipandunya. Ia menjadi salah satu pelawak tunggal atau komika Indonesia yang sukses.
Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur pada 7 Oktober 1970 ini mengawali karier sebagai komedian dengan mengikuti grup lawak Ludruk Cap Toegoe di Surabaya. Namun, namanya baru dikenal publik setelah beraksi sebagai komika di Stand Up Comedy Show yang tayang di MetroTV pada 2011.Nama Cak Lontong sendiri digunakannya karena pada masa kecil, Lies memiliki tubuh tinggi menjulang. Sehingga teman-temannya kerap memanggil dengan istilah ‘Lontong’. Sedangkan kata ‘Cak’ merupakan sebutan laki-laki asal Jawa Timur.Lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini sempat bekerja di perusahaan Jepang dengan gaji yang lumayan. Namun, merasa minatnya bukan di sana, ia pun memutuskan keluar dan masuk ke dunia hiburan. Sebetulnya, Cak Lontong sudah hadir di SCTV tahun 2000. Lalu, 5 tahun kemudian ia hadir di Indosiar lewat Republik BBM. Namun pada masa itu, namanya belum melambung.Bahkan, Cak Lontong sempat bermain sinetron di antaranya, Mendadak Dangdut the Series (2010), dan Pesantren & Rock n' Roll (2011).Orang-orang baru menyadari kehadirannya saat tampil di Stand Up Comedy Show dan namanya kian melambung setelah membintangi acara ILK (Indonesia Lawak Klub) yang tayang di Trans7 pada 2013. Ia bahkan dipercaya sebagai juri di ajang Stand Up Comedy Indonesian Season 6, Kompas TV. n erc/sb3/rmc
Editor : Moch Ilham