Harga Terjun Bebas, Peternak Magetan Gelar Aksi Protes Bagi-bagi 3 Ton Telur Gratis ke Jalanan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peternak telur ayam turun ke jalan dengan membagikan sekitar tiga ton telur secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes. SP/ MGT
Peternak telur ayam turun ke jalan dengan membagikan sekitar tiga ton telur secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Fenomena anjloknya harga telur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur memicu aksi protes keras para peternak telur ayam di wilayah tersebut. Bahkan, para peternak turun ke jalan dengan membagikan sekitar tiga ton telur secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes harga jual telur yang berada di bawah harga pokok produksi, di sejumlah titik jalan di Magetan

Warga yang melintas tampak antusias menerima pembagian telur gratis dari para peternak. Selain menjadi bentuk protes, aksi ini juga sebagai simbol bahwa telur merupakan kebutuhan pangan penting bagi masyarakat, namun hasil produksi peternak justru tidak terserap pasar secara optimal, ditambah biaya produksi terutama harga pakan terus meningkat. Kondisi tersebut membuat usaha peternakan rakyat semakin tidak menguntungkan.

Sebanyak ribuan butir telur disebut menumpuk di kandang karena minimnya serapan pasar. Program penyerapan telur dinilai belum berjalan maksimal karena pembelian masih terbatas dan tidak konsisten. Para peternak juga menyebut aksi bagi-bagi telur ini baru langkah awal. Mereka membuka kemungkinan melakukan aksi lanjutan apabila kondisi harga tidak segera membaik.

Diketahui, untuk saat ini harga telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah harga acuan pemerintah yang mencapai Rp26.500 per kilogram. Di sisi lain, biaya produksi terus mengalami kenaikan sehingga peternak kesulitan menutup operasional usaha mereka, Kamis (07/05/2026).

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur dan memberikan perlindungan terhadap usaha peternakan rakyat. Mereka menilai produksi telur nasional sebenarnya sudah mencukupi, sehingga diperlukan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan pasar. mg-02/dsy

Berita Terbaru

Chery Pikap Double Cabin Diesel, Bisa Dipesan ke Australia

Chery Pikap Double Cabin Diesel, Bisa Dipesan ke Australia

Senin, 05 Okt 2026 08:31 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Chery sejatinya punya mobil pikap double cabin diesel berteknologi plug in hybrid electric vehicles (PHEV). Mobil itu makin dekat ke…

Pulihkan Stabilitas Ekonomi, Bolivia Didanai IMF Rp 33,98 triliun

Pulihkan Stabilitas Ekonomi, Bolivia Didanai IMF Rp 33,98 triliun

Senin, 05 Okt 2026 08:29 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bolivia mendapat akses pendanaan hingga SDR 1,369 miliar (US$ 1,9 miliar) atau sekitar Rp 33,98 triliun (asumsi kurs Rp 17.888). Dengan…

Subaru WRX STI Cherry Red Sport Edition, Hanya Satu di Indonesia

Subaru WRX STI Cherry Red Sport Edition, Hanya Satu di Indonesia

Senin, 05 Okt 2026 08:24 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:24 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Plaza Auto Mega selaku agen pemegang merek Subaru di Indonesia resmi meluncurkan Subaru WRX STI Cherry Red Sport Edition di Tanah Air,…

Tujuh Perusahaan Himpun Dana di BEI Rp 2,16 triliun

Tujuh Perusahaan Himpun Dana di BEI Rp 2,16 triliun

Senin, 05 Okt 2026 08:21 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:21 WIB

SURABAYAPAGI.com - Hingga 2 Oktober 2026, baru tujuh perusahaan yang tercatat melantai di BEI melalui IPO saham. Berdasarkan data BEI, tujuh perusahaan…

Peternak Ayam Broiler Semakin Terjepit

Peternak Ayam Broiler Semakin Terjepit

Senin, 05 Okt 2026 08:18 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:18 WIB

SURABAYAPAGI.com - Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkap saat ini harga ayam di kandang berkisar Rp 21.000-22.000/kilogram (kg). Sementara…

DUGAAN PERMUFAKATAN JAHAT JPU DI BANK ARTHA GRAHA GATE

DUGAAN PERMUFAKATAN JAHAT JPU DI BANK ARTHA GRAHA GATE

Senin, 05 Okt 2026 08:10 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:10 WIB

Sebagai Wartawan yang sedang melakukan tugas Jurnalisme Investigasi, Dr. Tatang Istiawan telah melaporkan JPU Kejari Surabaya ke Jaksa Agung RI melalui Jaksa…