SURABAYAPAGI.com, Magetan - Fenomena anjloknya harga telur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur memicu aksi protes keras para peternak telur ayam di wilayah tersebut. Bahkan, para peternak turun ke jalan dengan membagikan sekitar tiga ton telur secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes harga jual telur yang berada di bawah harga pokok produksi, di sejumlah titik jalan di Magetan
Warga yang melintas tampak antusias menerima pembagian telur gratis dari para peternak. Selain menjadi bentuk protes, aksi ini juga sebagai simbol bahwa telur merupakan kebutuhan pangan penting bagi masyarakat, namun hasil produksi peternak justru tidak terserap pasar secara optimal, ditambah biaya produksi terutama harga pakan terus meningkat. Kondisi tersebut membuat usaha peternakan rakyat semakin tidak menguntungkan.
Sebanyak ribuan butir telur disebut menumpuk di kandang karena minimnya serapan pasar. Program penyerapan telur dinilai belum berjalan maksimal karena pembelian masih terbatas dan tidak konsisten. Para peternak juga menyebut aksi bagi-bagi telur ini baru langkah awal. Mereka membuka kemungkinan melakukan aksi lanjutan apabila kondisi harga tidak segera membaik.
Diketahui, untuk saat ini harga telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah harga acuan pemerintah yang mencapai Rp26.500 per kilogram. Di sisi lain, biaya produksi terus mengalami kenaikan sehingga peternak kesulitan menutup operasional usaha mereka, Kamis (07/05/2026).
Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur dan memberikan perlindungan terhadap usaha peternakan rakyat. Mereka menilai produksi telur nasional sebenarnya sudah mencukupi, sehingga diperlukan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan pasar. mg-02/dsy
Editor : Redaksi