SURABAYAPAGI.com, Lamongan - TNI manunggal membangun desa (TMMD) ke 124 tahun 2025 yang berlangsung selama satu bulan kedepan, diharapkan mampu mempercepat proses bangunan fisik dan non fisik di desa yang dijadikan lokasi TMMD.
Untuk mewujudkan itu, pada Selasa (06/05/2024) pembukaan TMMD di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Lamongan resmi digelar dengan parade upacara dan beberapa kegiatan penunjang lainnya.
Baca juga: Sepanjang Tahun 2025, KPAI Sebut Perundungan di Sekolah Tembus 37,5 Persen
Seperti disampaikan oleh bupati Yuhronur Efendi, TMMD ini alokasi dana sebanyak Rp 2,25 milyar, dengan beberapa kegiatan, mulai pembangunan fisik yang tengah dijalankan yakni pembangunan jalan rabat beton dengan spesifikasi panjang 690,2 meter x lebar 4 meter x tinggi 20 CM.
Selain itu, untuk pembangunan jalan poros dalam desa dengan panjang 137,5 meter x lebar 4,50 meter x tinggi 15 CM. Pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) dan MCK 10 unit. Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 75 meter x lebar 50 CM x tinggi 1,5 meter. Pembangunan fasilitas lapangan olahraga, serta irigasi perpompaan (Irpon) 1 unit. Sementara, pembangunan non fisik yang digelar diantaranya konseling dan pelayanan KB pasangan usia subur sebanyak 200 Orang, pelayanan posyandu, sosialisasi pencegahan stunting penyuluhan MPTS ke Gapoktan Tani Luhur, penyuluhan/pelatihan budidaya ikan lele da bantuan benih ikan lele, sosialisasi wawasan kebangsaan, penyuluhan dan pelayanan kesehatan hewan (Vaksinasi dan penyakit), pasar murah, pelayanan adminduk, cek kesehatan gratis, hingga lainnya.
Baca juga: Dua Kali Berkirim Surat ke Pol PP Tak Ditanggapi, LBH Pilar Kasih Keadilan Siapkan Gugatan
“Hari ini kita memulai kegiatan TMMD khusunya di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, ini tidak hanya sekedar membangun fisik. Makna dari TMMD adalah kebersamaan TNI, rakyat, dan seluruh element untuk membangun bangsa dari desa,” katanya.
Komandan Korem 082/CPYJ, Kolonel Inf Batara Alex Bulo, menekankan, TMMD tidak hanya bertumpu pada hasil, namun proses pembangunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Baca juga: Gen Z Warnai Kepengurusan DPC PDI Perjuangan Lamongan
“Kenyataan yang kita lihat di desa masyarakat sibuk dari pagi sampai sore, tapi mereka masih membantu bapak-bapak TNI, kita lihat ada mahasiswa juga yang KKN. Harapannya kita semua selain kita ada hasil yang sudah kita pupuk soliditas ini kita pelihara. Kemudian maintenance nya pemeliharaan ketika sudah jadi,” ujarnya.
Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, mengatakan, TMMD menjadi bagian dari operasi militer untuk membantu tugas pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan-pembangunan dan ketahanan pangan. Sementara pelaksanaan TMMD menerjunkan 150 personil dari TNI, Kepolisian, dan Pemkab Lamongan. jir
Editor : Desy Ayu