SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo kini memiliki produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baru berupa batik tulis.
Pemerintah Desa (Pemdes) Suwaluh berkomitmen selain menjadi produk lokal, ke depan batik tulis bisa mendongkrak ekonomi kerakyatan.
Baca juga: Sedekah Bumi, Pemdes Pilang Gelar Pengajian Umum di Masjid Baitul Mutaqiin
”Hampir di setiap dusun sudah ada UMKM, paling baru dan sekarang kita kembangkan batik,” kata Nuryono, Kades Suwaluh kepada Surabaya Pagi, Rabu (07/05/2025)
Dijelaskan, batik tulis baru dikembangkan kurang lebih dua tahun terakhir. Mulanya, warga setempat ambil bagian dalam pelatihan membatik dari instansi terkait.
”Jadi ini terbilang baru, karena kami mengenalnya tatkala adanya pelatihan,” ujarnya.
Tak mau berhenti hanya di pelatihan, pemdes kemudian berinisiatif mengembangkan usaha batik tulis ini.
Baca juga: Lestarikan Sedekah Bumi, Warga Bogempinggir Gelar Ritual Larung Sesaji
Dengan dimasukkan ke dalam salah satu unit usaha BUMDes Suwaluh Mandiri.
”Pada intinya program pelatihan kita tindaklanjuti secara kontinyu, artinya tidak hanya sekali (pelatihan) lalu selesai,” imbuhnya.
Bagaimanapun caranya program batik tetap berjalan. Selain menjadi produk desa, batik tulis juga bisa menjadi wahana tambahan usaha yang tujuannya membangkitkan ekonomi kerakyatan warga. Peran BUMDes dalam hal ini mendukung tambahan modal bagi UMKM.
Baca juga: Dialog Interaktif Pencegahan Diinformasi Pilkades 2026 Bersama Wakil Ketua DPRD Sidoarjo
“Ini sebagai bentuk kepedulian Pemdes Suwaluh terhadap UMKM,” tuturnya.
Rencananya, tahun depan pengembangan program UMKM batik akan didukung kembali. Dengan begitu, diharapkan ke depan batik tulis selain menjadi sebuah produk unggulan lokal, juga bisa menaikkan taraf hidup masyarakat.
”Tentunya kami tidak bisa berjalan sendiri, butuh dukungan dari semua pihak, seperti instansi terkait. Terutama untuk sarana prasarana, pemasaran dan promosi produk,” pungkas Nuryono. jum
Editor : Desy Ayu