SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat musim panen kopi di wilayah Gunung Gumitir resmi dimulai, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memberi ruang kepada petani kopi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silountuk memanfaatkan lahan Perhutani dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan, Kamis (15/05/2025).
Pasalnya, menurut Wakil Bupati (Wabup) Jember, Djoko Susanto keberadaan Perhutani tidak hanya berfungsi menjaga lingkungan dan cadangan karbon, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat melalui pengelolaan komoditas seperti kopi.
Baca juga: Lewat Sektor Pendidikan, Pemkab Jember Rancang Strategi Tekan Angka Kemiskinan
Dirinya menegaskan pentingnya peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendampingi petani, dari tahap awal penanaman hingga proses pemasaran hasil panen agar potensi pertanian di Jember bisa meningkat.
Baca juga: Bupati Gus Fawait Sampaikan Program 1000 CPMI ke Kementerian P2MI
Wabup Jember juga mengingatkan OPD agar tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi benar-benar aktif dalam membina petani secara berkelanjutan dengan pendekatan SDM dan teknologi.
Sehingga, dalam rangka mendukung musim panen kopi tersebut, Wabup Jember memberikan skema bagi hasil yang dijalankan Perhutani bersama kelompok tani hutan, yang menjadi bagian dari Memorandum of Understanding (MoU) resmi antara kedua pihak.
Baca juga: Beasiswa Cinta Bergema untuk 6.024 Mahasiswa Cair Pekan Ini
Dengan skema tersebut, diharapkan kontribusi petani terhadap negara semakin nyata karena hasil panen yang dikelola akan memberi dampak ganda baik kepada masyarakat maupun pendapatan negara bukan pajak (PNBP), serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani kopi dan menjaga keberlanjutan ekonomi berbasis agraria di Jember. jr-01/dsy
Editor : Desy Ayu