Klaim Presiden, Kini Stok Beras di Gudang Sangat Tinggi dan Mencetak Rekor. Kementerian Pertanian Catat Stok Beras Sudah Sentuh 3,7 Juta Ton. Padahal Tahun 2024, Jokowi Masih Impor 4,52 Juta Ton
Baca juga: Atlet Berprestasi, Bonus dan Jaminan Hari Tuanya
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Prabowo yakin produksi beras sebagai bahan makanan pokok orang Indonesia terus meningkat pesat. Menurutnya hal ini terjadi di luar dugaan, karena semua bisa terjadi hanya dalam 6 bulan dirinya menjabat presiden.
Stok beras di gudang pemerintahan pun diklaim Prabowo berada di angka yang sangat tinggi mencetak rekor. Dari data Kementerian Pertanian stok beras tercatat sudah menyentuh 3,7 juta ton.
Indonesia masih melakukan impor beras pada tahun 2024, dan jumlahnya bahkan naik dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada tahun 2024, era Presiden Jokowi, Indonesia mengimpor beras sebanyak 4,52 juta ton.
Data BPS menunjukkan bahwa impor beras Indonesia pada tahun 2024 itu mencapai angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2018, total impor beras sebanyak 2,25 juta ton, lalu pada 2019 hanya 444,51 ribu ton, 2022 menjadi 359,29 ribu ton, 2021 sebanyak 407,74 ribu ton, dan 2022 sejumlah 429,21 ribu ton
"Jumlah impor, 4,52 juta ton era Pak Jokowi. jumlah ini naik dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 3,06 juta ton," kata seorang pejabat di Kementerian Perdagangan yang dihubungi Senin (19/5/2025) siang. Disebut Thailand menjadi pemasok beras terbesar bagi Indonesia.
Swasembada Pangan
"Dalam waktu singkat kita buktikan kita sudah ke arah swasembada pangan di luar dugaan kita. Produksi beras dan jagung tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Cadangan beras yang ada di gudang-gudang pemerintah Republik Indonesia hari ini tertinggi sepanjang sejarah," papar Prabowo dalam arahannya pada Kongres IV PP Tidar, ditulis Minggu (18/5/2025).
Produksi beras di Indonesia yang mengalami penambahan signifikan di awal tahun ini menurutnya terjadi karena pihaknya banyak melakukan program perluasan sawah. Prabowo bercerita pemerintah belakangan ini banyak melakukan perluasan sawah dari tanah rawa. Tanah-tanah yang awalnya tidak produktif dibuat jadi subur.
Baca juga: Difitnah, Prabowo Mulai Kutip Ayat al-Qur'an
"Tanah rawa kita ubah jadi sawah, tanah tandus akan jadi tanah yang subur," sebut Prabowo.
Program itu menurutnya berhasil menggenjot produksi pangan dalam negeri. Sejauh ini, rata-rata produksi meningkat 10%. Bahkan, Prabowo mengklaim di Sumatera Selatan kenaikan produksi sudah menyentuh 25%.
Prakiraan Menteri Pertanian Amran
Stok beras 3,7 juta ton sendiri merupakan angka yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memperkirakan jumlah itu masih bisa bertambah sampai 4 juta ton.
"Stok kita hari ini, alhamdulillah stok kita ini 3,7 juta ton. Itu sejarah baru. Mudah-mudahan 20 hari, 15 hari sudah 4 juta ton," kata dia ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Baca juga: Prabowo Tertegun Hitung Medali Emas Martina, Atlit Triatlon
Amran mengatakan stok 3,7 juta ton tersebut menjadi rekor tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1969. Kemudian, dia menyebut pada 1984 Indonesia berhasil mencapai swasembada dengan jumlah penduduk sebesar 166,6 juta jiwa.
Kini, menurutnya dengan populasi yang meningkat menjadi 283 juta jiwa, Indonesia mampu melampaui rekor stok beras tahun 1985 yang saat itu mencapai 3,006 juta ton.
RI Ungguli Thailand dan Vietnam
Produksi beras nasional diproyeksi US Department of Agriculture mencapai 34,6 juta ton pada 2024/2025. Angka itu Indonesia produsen beras terbesar di ASEAN, mengungguli Thailand dan Vietnam.
Lonjakan produksi beras Indonesia itu membuat peta perdagangan di tingkat ASEAN maupun global berubah total. Bila pada 2024 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor beras mencapai 4.519.420,6 ton, dipicu tekanan produksi padi yang turun 760 ribu ton akibat El Nino kuat, saat ini Indonesia sama sekali tidak impor. n ec/jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham