Sedan PHEV Geely Galaxy A7 Berjarak Tempuh 2.100 KM Debut Tahun Ini

surabayapagi.com
Geely Galaxy A7. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan asal China, Geely dalam waktu dekat ini akan segera meluncurkan koleksi lini plug-in hybrid (PHEV) terbarunya bernama Galaxy A7, yang rencananya akan debut pada akhir kuartal kedua atau awal kuartal ketiga di tahun ini.

Menariknya, meskipun spesifikasi lebih lanjutnya masih menjadi tanda tanya, disebutkan Geely Galaxy A7 diklaim memiliki kecepatan tertinggi hingga 190 km/jam dengan jarak tempuh komprehensif hingga lebih dari 2.100 km.

Baca juga: Motor Adventure KLE500 Makin Tangguh, Cocok untuk Touring di Medan Berat

Geely Galaxy A7 yang memiliki panjang sebesar 4.918 mm, lebar 1.905 mm, tinggi 1.495 mm, dan wheelbase mencapai 2.845 mm itu memiliki konfigurasi opsional yang meliputi trim rangka jendela, spoiler atap, radar depan dan belakang, kamera kaca depan, sunroof, hingga grill depan.

Baca juga: Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat

Geely juga menyediakan tiga pilihan pelek berbeda mulai dari 17 inci, 18 inci, dan 19 inci. Performa dari mobil ini akan mengandalkan teknologi PHEV NordThor EM-i Geely mesin 1,5 liter naturally aspirated dengan tenaga mencapai 110 hp. Mesinnya dipasangkan dengan baterai lithium-iron phosphate yang diproduksi oleh CALB-Tech.

Untuk tampilannya, bagian depan dilengkapi dengan lampu depan yang tajam, strip lampu tipe tembus, dan ventilasi poligonal di bagian bawah yang dihiasi dengan trim krom perak. Bagian belakang dilengkapi dengan kelompok lampu belakang tipe tembus dan bagian bawah yang dihiasi trim krom.

Baca juga: Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin

Diketahui sebelumnya, mobil ini telah terlihat berjalan dengan stiker kamuflase di China yang menampilkan sejumlah slogan seperti "The World's Lowest Consumption" dan "2.100+ Comprehensive Range". Meskipun peluncurannya masih menghitung beberapa bulan, spesifikasi dari sedan ini telah bocor dalam dokumen Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) di China. jk-02/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru