Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Toyota Grand Highlander 2024. SP/ JKT
Toyota Grand Highlander 2024. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan asal Jepang, Toyota baru-baru ini kembali berhadapan dengan persoalan hukum di Amerika Serikat (AS) yang digugat melalui tiga class action baru yang menyoroti transmisi otomatis delapan percepatan UA80. Dalam gugatan tersebut, transmisi ini dituding rentan mengalami kerusakan dini. 

Alhasil, memicu kekhawatiran soal ketahanan jangka panjang sekaligus nilai jual kembali kendaraan. Setelah dua gugatan serupa sebelumnya mencuat, perkara terbaru kini diajukan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik New Jersey, Kamis (19/02/2026).

Langkah ini menandakan bahwa masalah tersebut tidak lagi terbatas pada satu wilayah. Sedangkan untuk gugatan tersebut mencakup sejumlah model, mulai dari Toyota Highlander tahun 2017 hingga kendaraan yang masih dipasarkan saat ini seperti Lexus TX 350, sehingga jangkauan dampaknya dinilai cukup luas.

Dalam dokumen gugatan disebutkan adanya dua cacat utama pada transmisi tersebut. Kedua cacat itu bahkan disebut "pada dasarnya berbahaya”, karena berpotensi membuat kendaraan berperilaku tidak terduga. Sedangkan keluhan yang disampaikan antara lain kegagalan perpindahan gigi, selip mendadak, kebocoran cairan, perpindahan gigi yang kasar, munculnya bau terbakar, suara aneh, hingga hilangnya tenaga saat berkendara.

Gugatan lain menyoroti dampak cacat tersebut terhadap umur pakai kendaraan dan daya tariknya di pasar. Masalah transmisi diklaim muncul jauh sebelum masa kepemilikan normal berakhir, sehingga merugikan konsumen.

Alih-alih memperbaiki, Toyota disebut menerapkan pembaruan perangkat lunak yang justru mempercepat keausan demi mengejar efisiensi bahan bakar. Selain itu, Toyota dituding terus meyakinkan pelanggan bahwa kendaraan mereka berfungsi normal.

Sementara itu, dealer mendiagnosis kerusakan transmisi total, namun karena garansi telah berakhir, Pallaya ditawari biaya penggantian lebih dari 7.400 dolar AS untuk unit yang menurutnya memiliki cacat serupa. Pallaya menilai masalah tersebut bersumber dari kesalahan desain mendasar dan menyebut Toyota gagal memberikan solusi yang berarti. jk-03/dsy

Berita Terbaru

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Trump Isyaratkan Akhiri Perang, Karena Harga Minyak   SURABAYAPAGI.COM, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) …

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto…

Usai Kalah Praperadilan, Eks Menag Yaqut Langsung Ditahan KPK

Usai Kalah Praperadilan, Eks Menag Yaqut Langsung Ditahan KPK

Kamis, 12 Mar 2026 19:29 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Staquf, telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka terkait kasus…

3 Perusahaan Emas di Sidoarjo dan Surabaya, Digeledah Bareskrim

3 Perusahaan Emas di Sidoarjo dan Surabaya, Digeledah Bareskrim

Kamis, 12 Mar 2026 19:27 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tiga perusahaan emas di Surabaya dan Sidoarjo digeledah Bareskrim Polri. Ketiga perusahaan meliputi PT SJU, PT IGS dan PT…

Lailatul Qadr

Lailatul Qadr

Kamis, 12 Mar 2026 19:25 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Setiap Ramadan, kita sering memburu datangnya Lailatul Qadar. Di antara seluruh malam dalam bulan yang mulia itu, ada satu malam…

Buruh Berdikari = Every Body Sales

Buruh Berdikari = Every Body Sales

Kamis, 12 Mar 2026 19:23 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kapolri mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para buruh, untuk memberikan dukungan penuh kepada upaya pemerintah dalam menjaga…