SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Tulungagung mencatat sekitar empat ribu rumah tidak layak huni (RTLH) belum tersentuh program perbaikan, dan baru 537 RTLH yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan renovasi.
Jumlah usulan yang minim tersebut disebabkan masih banyak desa yang belum mengajukan data perbaikan RTLH, meskipun pihaknya telah berulang kali memberikan imbauan.
Baca juga: Pantai Tulungagung Dipenuhi Limbah Popok Sekali Pakai hingga Capai 52 Kilogram
"Imbauan sudah sering kami sampaikan, tetapi masih banyak desa yang belum meng-input data pengusulan," jelas Kepala Disperkim Tulungagung Anang Prastitianto, Senin (09/06/2025).
Sementara itu, untuk percepatan penanganan RTLH menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat yang menargetkan perbaikan terhadap tiga juta rumah secara nasional, yang terbagi dalam tiga sektor, yakni kawasan perkotaan, perdesaan, dan pesisir.
Baca juga: Diduga Kebocoran LPG, 3.100 Ayam Ludes Terpanggang di Kedungwaru Tulungagung
“Untuk Tulungagung, sektor perdesaan menjadi fokus utama melalui program RTLH,” katanya.
Sebagai informasi, pada 2025, Pemkab Tulungagung mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk perbaikan 50 RTLH. Masing-masing rumah akan menerima bantuan senilai Rp20 juta.
Baca juga: Antisipasi Kasus HIV/AIDS, KPA Tulungagung Sasar Ribuan Siswa Baru Edukasi Dini
Sebanyak 40 unit berasal dari hasil Musrenbang, sedangkan 10 unit lainnya merupakan usulan pokok-pokok pikiran (pokir) anggota legislatif. "Anggaran sudah disiapkan, tinggal menunggu SK Bupati untuk pelaksanaannya," ujar Anang. tl-01/dsy
Editor : Desy Ayu