SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai antisipasi pencegahan banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun saat ini telah mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp 10 Juta bagi setiap rukun tetangga (RT) untuk gercep melakukan pemeliharaan saluran lingkungan dan penguatan budaya gotong royong.
Adanya bantuan tersebut ditujukan untuk merespons cepat keluhan masyarakat terkait genangan air saat hujan deras melanda secara serentak di berbagai titik. Sehingga, masyarakat bisa langsung bergerak melakukan pembersihan saluran dan lingkungan.
Baca juga: Pemkot Madiun Bagikan Ratusan Paket Takjil Selama Bulan Puasa Ramadhan
“Kalau terjadi genangan, masyarakat bisa segera mengatasi tanpa harus menunggu program dari pusat atau daerah. Ini bentuk kemandirian yang dibangun melalui anggaran mikro di tingkat warga,” ungkap Kabid Perencanaan Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian, dan SDA Bapelitbangda, Mas Kahono Pekik Hari Prasetiyo, Jumat (20/06/2025).
Diketahui, program ini telah berjalan sejak 2022, dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Pada tahun pertama, setiap RT menerima Rp 5 juta. Nilai bantuan terus ditingkatkan hingga menyentuh Rp 10 juta per RT pada 2025.
Baca juga: Dongkrak Sektor Pariwisata Religi, Pemkot Madiun Manfaatkan Bantuan Becak Listrik
Sehingga, total ada 1.025 RT penerima bantuan tersebut, kecuali dua RT yang berada di luar wilayah pembinaan pemkot, yakni zona militer 501 dan Perumnas PG Rejoagung.
Dana tersebut dicairkan pada triwulan pertama tahun ini dan digunakan untuk pekerjaan yang bervariasi, tergantung kebutuhan dan kondisi di lapangan, dengan rentang waktu pelaksanaan antara 3 hingga 6 bulan.
Baca juga: Dorong Minat Belajar, Pemkot Madiun Manfaatkan 20 Angkutan Sekolah Gratis
Lebih lanjut, nantinya setiap RT diwajibkan menyusun laporan pertanggungjawaban lengkap, mulai dari dokumentasi kegiatan hingga SPJ (surat pertanggungjawaban), yang kemudian akan diaudit oleh Inspektorat Kota Madiun.
“Kami ingin pelayanan pemerintah daerah bisa menjangkau semua warga. Tapi yang lebih penting adalah tumbuhnya kembali budaya gotong royong di perkotaan,” pungkas Kahono. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu